Pintu Terdobrak, Nyawa Diselamatkan: Kisah Evakuasi Darurat di Bekasi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 12:00 WIB
Pintu Terdobrak, Nyawa Diselamatkan: Kisah Evakuasi Darurat di Bekasi
Peristiwa Evakuasi di Bekasi

Rabu lalu, suasana di Perumahan Citaville, Bekasi, mendadak tegang. Seorang pria dilaporkan sakit parah dan pingsan sendirian di dalam rumahnya. Pintu terkunci rapat. Situasi ini memaksa polisi bertindak cepat mereka akhirnya mendobrak pintu untuk masuk.

Laporan awal datang dari saudara korban, yang menghubungi call center 110. Begitu mendapat informasi, petugas dari Bagian Operasi Polres Metro Bekasi langsung bergerak. Mereka menuju lokasi tanpa menunda waktu.

Menurut sejumlah saksi, suara dobrakan itu cukup keras. Di dalam, mereka menemukan pria itu terbaring lemas di kamar. Kondisinya dikabarkan cukup memprihatinkan, mengalami sesak napas yang hebat.

"Kami izin menjemput (saudaranya) bu ya, saudara ibu ya," ujar salah seorang polisi kepada tetangga yang menyaksikan.

Di ujung telepon, saudara korban tetap menjaga komunikasi. "Iya, iya. Jadi saya sekarang ini disambung terus teleponnya ya pak," katanya, suaranya terdengar cemas.

Tanpa banyak bicara, tim evakuasi segera mengangkat korban. Mereka membawanya keluar dari rumah menuju ambulans yang sudah disiapkan. Tujuannya jelas: Rumah Sakit Permata Keluarga. Di sana, pertolongan medis darurat bisa segera diberikan.

Akun Instagram resmi kepolisian setempat, @humaspolresmetrobekasi, kemudian mengonfirmasi kejadian ini. Mereka menulis bahwa korban telah dievakuasi dengan selamat dan kini mendapatkan perawatan intensif.

Peristiwa ini, meski singkat, menunjukkan betapa respons cepat tim darurat bisa menyelamatkan nyawa. Di sisi lain, ia juga mengingatkan betapa rentannya seseorang yang hidup sendiri saat musibah datang tiba-tiba.

Korban pun akhirnya berhasil ditangani. Semoga keadaannya lekas membaik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar