"Sopir truk pengangkut harus berasal dari masyarakat Kota Serang, khususnya warga kampung-kampung yang terdampak di wilayah Taktakan," tegas Wahyu.
Kebijakan ini jelas bukan tanpa alasan. Di sisi lain, kondisi di Tangsel sendiri memang sudah masuk level kritis. Pemerintah setempat telah resmi menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyebut status darurat itu berlaku hingga 5 Januari mendatang. Dasarnya adalah Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.
"Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 23 Desember 2025," ujarnya dalam keterangan pers akhir pekan lalu.
Dan ini mungkin belum berakhir. Asep menambahkan, status itu sangat mungkin diperpanjang. Semuanya tergantung evaluasi di lapangan. "Apabila berdasarkan evaluasi di lapangan kondisi masih memerlukan penanganan lanjutan, maka status tanggap darurat ini dapat kami perpanjang sesuai kebutuhan," jelasnya.
Jadi, kerja sama dengan Serang ini seperti napas udara segar di tengah kepungan krisis. Tapi, apakah ini solusi jangka panjang atau sekadar pelarian sementara? Waktu yang akan menjawabnya.
Artikel Terkait
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon
Geopolitik Panas Ganggu Pasokan Minyak, Aktivis Dorong Percepatan Pengurangan Plastik Sekali Pakai