Lolos dari Neraka Malam Tahun Baru: Kisah Dua Penyintas di Tengah Kobaran Api Swiss

- Jumat, 02 Januari 2026 | 08:50 WIB
Lolos dari Neraka Malam Tahun Baru: Kisah Dua Penyintas di Tengah Kobaran Api Swiss

Malam tahun baru 2026 di Crans Montana seharusnya penuh sukacita. Tapi di salah satu bar mewah kawasan ski Swiss itu, suasana berubah jadi mimpi buruk. Kebakaran hebat tiba-tiba melalap tempat itu. Dari antara puluhan korban jiwa, dua orang pengunjung Axel dan Nathan berhasil selamat. Mereka masih bisa menceritakan detik-detik mengerikan itu.

Menurut mereka, napas langsung tersengal begitu api berkobar. Udara yang tadinya dingin dan segar tiba-tiba berubah jadi gelap oleh kepulan asap hitam pekat. “Kami hampir tidak bisa bernapas,” kenang Axel, menggambarkan kepanikan yang langsung menyergap.

Di dalam bar Le Constellation, semua orang berhamburan mencari jalan keluar. Axel dan Nathan sempat merasa terperangkap. Lalu lintas orang yang panik dan berdesakan ke pintu keluar justru membuat mereka tak bisa bergerak. Di tengah situasi kacau itu, naluri menyuruh mereka untuk tidak ikut arus.

Alih-alih menuju pintu, mereka memilih bersembunyi di balik sebuah meja yang mereka miringkan. Meja itu jadi pelindung sementara dari panas dan jilatan api. Namun, mereka sadar itu bukan solusi. Dari posisinya, mereka melihat secercah harapan: sebuah jendela.

“Itu satu-satunya jalan,” ujar Nathan. Dengan sisa tenaga, mereka berusaha memecahkan kaca jendela itu. Akhirnya, setelah beberapa kali usaha, kaca itu pecah dan mereka berhasil melompat ke luar.

Seorang saksi mata yang berada di luar bar menggambarkan pemandangan yang mencekam. Asap mengepul dari dalam, sementara terlihat bayangan orang-orang berusaha mengetuk-ngetuk jendela dengan putus asa, berusaha mencari celah untuk kabur.

“Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar,” katanya.

“Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya.”

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar