jelas Pras. Rencananya, akan ada sekitar 15 ribu unit yang dibangun.
Namun begitu, kunjungan lapangan saja tak cukup. Usai melihat kondisi, Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat setempat. Intinya sederhana: bagaimana mempercepat semua proses pemulihan ini. Prasetyo Hadi menyebut, dalam rapat itu Presiden menekankan pentingnya mengatasi segala kendala yang menghambat.
“Intinya adalah beliau ingin sekali lagi memastikan proses pemulihan dapat dijalankan dengan secepat-cepatnya. Dan bilamana ada masalah, tentu kita mencari jalan keluar,”
tegasnya.
Jadi, itulah dua hari pertama di tahun 2026 bagi Presiden. Bukan di istana, melainkan di lokasi yang masih berusaha bangkit dari bencana. Sebuah penekanan bahwa pekerjaan pemulihan harus jadi prioritas, tanpa menunggu-nunggu.
Artikel Terkait
446 Personel Brimob Kembali dari Papua, 41 Diantaranya Dianugerahi Pin Emas Kapolri
Tragedi Malam Tahun Baru di Crans Montana: 40 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Bar
Monas Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung Saat Libur Tahun Baru 2026
Mendagri Tito Desak Aceh Percepat Data Rumah Rusak untuk Cairkan Bantuan