Saat meninjau pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan langsung dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Rapat koordinasi itu digelar Kamis lalu, membahas penanganan darurat bencana di Sumatera. Suharyanto memaparkan dukungan logistik dan anggaran untuk operasi tanggap bencana yang melibatkan personel TNI.
Dalam paparannya, Suharyanto menjelaskan soal alokasi dana. "Semua kebutuhan satuan operasi kami dukung," ujarnya. Meski begitu, ia mengakui belum bisa memenuhi seluruh permintaan. Mabes TNI meminta dukungan sekitar Rp 80 miliar lebih, namun yang baru bisa dicairkan BNPB sekitar Rp 26 miliar.
"Bukan uangnya tidak ada," jelas Suharyanto, mencoba memberi penjelasan. Menurutnya, ini lebih soal tenggat waktu pertanggungjawaban keuangan yang harus diselesaikan di akhir tahun. "Nanti dimulai lagi di tanggal 1 Januari ini. Jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan," tambahnya meyakinkan.
Lalu, pembahasan beralih ke tunjangan untuk prajurit di lapangan. Suharyanto menyebut setiap prajurit akan menerima uang makan dan uang lelah sebesar Rp 165 ribu per orang. Saat itulah Presiden Prabowo menyela.
"Kalau tentara jangan uang lelah ya," koreksi Prabowo, disambut tawa. "Karena tentara nggak boleh lelah."
Suharyanto langsung menanggapi dengan cepat. "Uang saku, Bapak. Siap," jawabnya.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Bikin Pantai Carita Sepi di Libur Akhir Tahun
Pekanbaru Izinkan Pegawai Bekerja dari Mana Saja di Hari Jumat
Mantan Dirut Taspen Ajukan Kasasi, Upaya Terakhir Hindari Penjara 10 Tahun
Hak dan Hitung-hitungan: Begini Aturan Kerja di Hari Libur Nasional