Secara keseluruhan, sudah ada 13 jenis produk buatan napi yang menembus 11 negara. Proses produksinya melibatkan 23.560 orang yang tersebar di 16 lapas berbeda. Capaian ini jelas bukan hal sepele.
Pulau Nusakambangan sendiri sengaja dijadikan proyek percontohan. Stigma angker tentangnya sebagai pulau penjara berusaha diubah. Kini di sana berdiri balai pelatihan konveksi, tempat pelintingan rokok, pabrik pupuk organik, hingga unit pengolahan singkong menjadi mocaf. Juga ada pabrik yang mengolah limbah PLTU menjadi material bangunan, ditambah tentu saja, hamparan lahan ketahanan pangan yang hijau.
"Kami ingin mewujudkan konsep sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Di satu sisi, kami membina warga binaan dengan pelatihan dan pemberdayaan. Di sisi lain, kami turut berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto,"
Demikian penjelasan Menteri Agus dalam sebuah kesempatan. Visinya jelas: memudarkan citra lapas yang suram, mengubahnya menjadi pusat pembinaan dan produktivitas yang nyata.
Artikel Terkait
Manuver Mendahului di Jalan Tanjungsari Berujung Maut
Prabowo Minta Maaf ke Bupati: Saya Belum Bisa ke Semua Titik Bencana
Tragedi di Tengah Pesta: Bar Mewah di Crans Montana Hangus, Korban Jiwa Berjatuhan
Tarif MRT Rp 1 di Tahun Baru, Warga Berbondong Keliling Kota