Petasan Malam Tahun Baru Jadi Kode, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur

- Kamis, 01 Januari 2026 | 11:20 WIB
Petasan Malam Tahun Baru Jadi Kode, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur

Malam tahun baru di Jakarta Timur nyaris diwarnai kericuhan. Untungnya, polisi berhasil mencegah dua kelompok yang hendak bentrok. Aksi mereka dibubarkan sebelum sempat berlanjut jadi tawuran.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, situasi bisa dikendalikan dengan cepat.

"Ada (tawuran), tapi nggak ada korban. Dan sebetulnya belum terjadi sih, jadi sudah bisa kita antisipasi lebih dulu. Sebelum adanya tawuran langsung kita urai, kita pisahkan, kemudian hingga aman,"

Alfian bercerita, semua berawal dari bunyi petasan yang meledak sekitar pukul setengah satu pagi. Bagi polisi yang sudah berpengalaman, itu bukan sekadar perayaan. Itu adalah kode.

"Itu mereka kan janjian, seperti menyalakan petasan, itu kan tanda, kode, biasa seperti itu kan. Nah kita sudah tahu, kita langsung antisipasi pas ada petasan,"

Dia mengaku tahu asal-usul kedua kelompok itu. Namun begitu, pihaknya memilih untuk tidak langsung menahan siapa-siapa. Pertimbangannya, fokus utama saat itu adalah menjaga suasana perayaan tetap kondusif untuk masyarakat luas.

"Kita, karena lebih mementingkan membubarkan daripada kita melakukan pengamanan, artinya mengamankan orangnya ya. Ya kalau kita mengamankan orangnya kan, masih banyak tempat yang harus kita atur. Jadi lebih baik kita mengedepankan preventif aja, pencegahan,"

Alfian menegaskan, berkat langkah cepat ini, tidak ada korban sama sekali. Baik luka-luka apalagi korban jiwa. Situasi pun, klaimnya, langsung kembali tenang.

"Aman, aman, tidak ada masyarakat atau orang yang menimbulkan korban jiwa luka dan sebagainya, tidak ada sama sekali,"

Jadi, malam pergantian tahun itu akhirnya berlalu dengan damai. Berkat antisipasi, rencana buruk sekelompok orang bisa digagalkan sebelum sempat dimulai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar