Malam Penuh Makna di Bundaran HI: Sorak, Doa, dan DMasiv Tutup 2025

- Kamis, 01 Januari 2026 | 00:20 WIB
Malam Penuh Makna di Bundaran HI: Sorak, Doa, dan DMasiv Tutup 2025

Suasana di Bundaran HI, Rabu malam itu, benar-benar berbeda. Sejak sore, kerumunan orang sudah mulai berdatangan, memenuhi trotoar dan ruang publik di sekitarnya. Mereka datang untuk merayakan pergantian tahun dari 2025 ke 2026 dalam acara bertajuk 'Jakarta Global City'. Dan panggung utamanya pun tak pernah sepi, dihiasi oleh dentuman musik dari berbagai musisi yang tampil bergantian.

Hujan sempat turun. Tapi, itu sama sekali tak meredam semangat. Justru, memasuki malam hari, panggung itu semakin hidup. Sorak-sorai penonton menyambut Marion Jola yang membawakan beberapa lagu hits-nya. Tak kalah seru, penampilan Feel Koplo berhasil mengobarkan semangat. Mereka dengan mudah mengajak ribuan orang yang hadir untuk ikut bernyanyi dan bergoyang bersama, menciptakan gelombang kebahagiaan yang terasa riil di udara lembab malam itu.

Selain mereka, masih ada Pasming Based dan Andmesh yang turut memeriahkan suasana. Lagu-lagu yang dibawakan seolah menjadi soundtrack kolektif bagi ribuan pasang mata yang menantikan detik-detik pergantian tahun.

Di tengah kemeriahan itu, ada momen yang lebih khidmat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, naik ke panggung. Ia tak sekadar menyapa, tetapi menyampaikan pesan yang dalam. Di tengah hingar-bingar perayaan, ia mengajak warga untuk sejenak berdoa dan mengingat mereka yang sedang berjuang, khususnya korban banjir di Sumatera.

"Dari Jakarta, doa-doa kita kumandangkan dan munajat kita panjatkan, memohon keselamatan, kedamaian, dan kekuatan. Bukan hanya bagi kota kita tercinta, tetapi juga bagi saudara-saudara kita di berbagai wilayah Indonesia,"

Ucapnya dengan suara yang lantang namun penuh perasaan.

Menurutnya, kebersamaan malam ini punya makna yang lebih luas. Ia menambahkan,

"Dalam kebersamaan doa, harapan dirajut, dan empati kita satukan sebagai satu bangsa."

Kalimat itu seakan memberikan jeda, mengingatkan semua orang tentang arti solidaritas yang sesungguhnya.

Di sisi lain, suasana ramai masih terus terpantau hingga larut. Hujan tadi rupanya hanya jadi intermezzo. Penonton tetap bertahan, menanti penampilan penutup. Dan seperti yang dijadwalkan, grup band D'Masiv akhirnya naik panggung, mengakhiri rangkaian panjang Jakarta Global City dengan nada yang berenergi. Mereka menjadi klimaks yang pas, menutup tahun 2025 dan menyambut 2026 dengan gegap gempita yang tak mudah dilupakan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar