Tak heran, Riyadh pun merespons. Mereka menyebut kemajuan STC sebagai ancaman serius terhadap keamanan kerajaan. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan peluncuran serangan udara yang menargetkan pelabuhan Mukalla, yang dituduh menjadi tempat pengiriman senjata ilegal.
Namun begitu, juru bicara STC membantah keras tuduhan tersebut.
“Kendaraan-kendaraan tempur yang diserang itu bukan milik kami. Itu adalah aset pasukan Emirat yang berada di Yaman sebagai bagian dari Koalisi Arab dan aliansi kontra-terorisme,” bantah Tamimi kepada AFP.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi melancarkan pemboman di Mukalla. Mereka beralasan, dua kapal yang dicurigai membawa senjata baru saja tiba dari Pelabuhan Fujairah di UEA. Menurut mereka, muatan yang dibongkar adalah persenjataan berat dan kendaraan tempur untuk memperkuat petempur STC di wilayah Hadramout dan al-Mahrah.
Brigjen Turki al-Maliki, juru bicara Pasukan Koalisi, memberikan penjelasan lebih rinci. Dia menyebut awak kapal sengaja mematikan sistem pelacakan sebelum membongkar muatan senjata dan kendaraan tempur di pelabuhan itu. Semuanya, kata dia, ditujukan untuk mendukung kelompok separatis di tengah konflik Yaman yang tak kunjung usai.
Artikel Terkait
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Denda Rp137 Miliar atas Kasus Gratifikasi
KPK Beri Asistensi Dua Direktur WNA Garuda Isi LHKPN
Konfrontasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Mapolda Metro Jaya Berujung Ricuh, Tiga Orang Diamankan