Kerumunan buruh yang tadi memadati kawasan Monas akhirnya bubar. Aksi mereka menolak besaran upah minimum itu berlangsung cukup lama, tapi sekarang suasana sudah mulai normal. Jalan Medan Merdeka Selatan yang sempat ditutup total, kini sudah bisa dilalui kendaraan lagi.
Menurut pantauan di lokasi, Selasa sore itu, massa perlahan meninggalkan area bersama mobil komando mereka. Polisi pun mulai menarik alat penghalang dan membuka jalan. Kendaraan yang tadi diputar lewat Jalan H Agus Salim, sekarang sudah bisa melaju langsung ke arah Patung Kuda. Arus lalu lintas terlihat ramai, tapi lancar. Beberapa petugas kebersihan tampak sibuk membereskan sisa-sisa aksi, seperti selebaran dan botol air mineral.
Di tengah keriuhan tadi, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga menjabat Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sempat menyampaikan tuntutan para demonstran.
“Aksi ini adalah aksi damai dan konstitusional. Mereka menyuarakan satu hal saja, mengembalikan nilai kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota atau UMSK di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang diubah, dihilangkan, dikurangi oleh Gubernur Jawa Barat, KDM (Kang Dedi Mulyadi),” ujarnya.
“Jadi kita minta semua rekomendasi bupati/wali kota se-Jawa Barat di 19 kabupaten/kota itu dikembalikan nilainya, kenaikan UMSK 2026 sesuai dengan rekomendasi bupati/wali kota setempat,” tambah Said Iqbal.
Intinya, mereka menuntut agar kenaikan UMSK di Jabar dikembalikan sesuai rekomendasi awal. Dengan bubarnya massa, lalu lintas di jantung ibu kota perlahan kembali seperti biasa. Suasana sore itu pun berangsur tenang.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Tuntutan Bonus Pemain Timnas Italia di Tengah Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Polisi Amankan 15 Pemuda dan Sita Celurit dalam Patroli Antitawuran di Jakarta Timur
Timnas FA7 Indonesia Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Tantangan Brasil Menanti
Karyawan Warung Sate di Setiabudi Curi Motor Rekan Kerja, Diduga Hasilnya untuk Beli Narkoba