Di Banda Aceh, Selasa kemarin, suasana rapat terasa cukup padat. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, bersama sejumlah menteri dan kepala daerah duduk satu meja. Agenda utamanya cuma satu: membahas pemulihan Aceh pascabencana. Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana itu akhirnya melahirkan tiga butir kesepakatan kunci.
Dasco sendiri yang membacakan poin-poin kesimpulan itu. Ia berharap, begitu kembali ke Jakarta, para menteri bisa langsung berkoordinasi untuk menindaklanjuti hasil rapat.
"Kesimpulan kita ada tiga pada hari ini," ujar Dasco.
"Bahwa kita bersama-sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR sepakat melakukan percepatan pemulihan secara terintegrasi, secara bersama-sama."
Nah, poin kedua agak teknis tapi penting. Mereka sepakat untuk menempatkan seorang person in charge atau penanggung jawab utama dari tiap kementerian dan lembaga di Aceh. Logikanya sederhana: dengan ada orang yang ditunjuk langsung di lapangan, koordinasi untuk percepatan pemulihan diharapkan bakal lebih lancar dan nggak berbelit.
"Kita akan meminta kepada para kementerian/lembaga untuk kemudian menempatkan PIC untuk sementara waktu di tempat ini," jelas Dasco lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pemerintah Wajibkan ASN WFH Setiap Jumat untuk Hemat Energi, Potensi Penghematan Capai Rp 6,2 Triliun
Dishub Bogor Tilang Taksi Konvensional Jakarta karena Ngetem dan Operasi di Luar Wilayah
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran
Israel Tuduh Hizbullah Gunakan Pos Pasukan Perdamaian PBB sebagai Perisai