Di bawah terik matahari Florida, Donald Trump menyampaikan peringatan keras. Presiden Amerika Serikat itu meminta Hamas untuk segera meletakkan senjata. Bahkan, ia tak segan mengancam kelompok tersebut bakal menghadapi konsekuensi serius jika menolak.
"Kalau mereka enggak mau melucuti senjata sesuai kesepakatan, ya sudah, mereka yang akan menanggung akibatnya," ujar Trump tegas. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Menurutnya, proses pelucutan itu harus segera dilakukan. "Harus cepat. Waktunya singkat saja," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Trump secara terbuka mendukung Netanyahu. Sikap ini ia tunjukkan terkait langkah Israel menuju tahap selanjutnya dari rencana gencatan senjata di Gaza. "Saya sih enggak khawatir dengan apa pun yang dilakukan Israel," katanya santai namun penuh keyakinan.
"Yang bikin saya pikir justru tindakan pihak lain. Tapi ya, sekali lagi, saya percaya mereka sudah menjalankan rencananya dengan baik," imbuh mantan presiden itu.
Pertemuan di Mar-a-Lago, resor pribadi Trump, memang membahas beberapa hal krusial. Selain soal Gaza, pembicaraan juga menyentuh isu Iran. Trump dengan blak-blakan menyatakan, AS siap menghancurkan fasilitas nuklir Iran jika Teheran membangunnya kembali.
Di sisi lain, ia mencoba meredam laporan tentang ketegangan dengan Netanyahu. "Dia memang bisa jadi sosok yang sulit," akunya sambil tersenyum. "Tapi tanpa kepemimpinan dia setelah serangan 7 Oktober, keadaan Israel mungkin akan berbeda."
Sebelum pertemuan bilateral dimulai, Trump sempat berbincang dengan para wartawan. "Kira-kira ada lima topik utama yang akan kami bahas. Gaza tentu salah satunya," ucapnya.
Artikel Terkait
Mantan Kapolres Bima Kota Ditahan Bareskrim Terkait Narkoba dan Pencucian Uang
Presiden Prabowo Siap Kerahkan 8.000 Pasukan Perdamaian untuk Gaza
Polisi Tangkap Pria di Siak Diduga Tewaskan Wanita Gara-gara Pinjaman Ditolak
Mantan Kapolres Bima Kota Ditahan Usai Pemecatan, Terlibat Aliran Dana Narkoba Rp2,8 Miliar