Pemerintah Siapkan Bantuan Tunai hingga Hunian Tetap untuk Korban Bencana Sumatera

- Senin, 29 Desember 2025 | 18:10 WIB
Pemerintah Siapkan Bantuan Tunai hingga Hunian Tetap untuk Korban Bencana Sumatera

Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatera, pemerintah menggelontorkan bantuan tunai untuk perbaikan rumah warga. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan rinciannya: Rp 15 juta untuk kerusakan ringan, dan naik menjadi Rp 30 juta bagi rumah dengan kategori rusak sedang. Angka itu bukan sekadar janji, melainkan sedang diproses penyalurannya.

Namun begitu, bagaimana dengan warga yang nasibnya lebih berat? Rumah mereka rata dengan tanah atau rusak parah. Untuk mereka, pemerintah punya skema lain. Tak cuma hunian sementara atau huntara, tapi juga menyiapkan hunian tetap atau huntap. Yang menarik, ada fleksibilitas. Warga yang memilih untuk mengungsi bersama sanak keluarga dulu sambil menunggu rumahnya dibangun, juga diakomodasi.

"Ada yang mungkin hunian sementara, disiapkan. Ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan, ingin di rumah keluarganya. Ada pilihan,"

ujar Tito dalam konferensi pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin lalu.

Menurutnya, pembangunan huntap ini dikerjakan secara sinergi. Ada yang ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ada pula yang lewat Kementerian PUPR. Gotong royong dari berbagai elemen masyarakat juga jadi andalan. Tapi, di balik semua rencana itu, ada satu hambatan klasik: data.

Tito menegaskan, kecepatan bantuan sangat bergantung pada kelengkapan data di daerah. Ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan pendataan yang rinci, by name by address, untuk semua level kerusakan.

"Data yang kita harapkan by name, by address. Dari yang rusak ringan, sedang, berat tersebut. Data ini kemarin kesepakatannya adalah dari Pemda yang membuat,"

jelasnya tegas.

Secara angka, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan. Data sementara dari tiga provinsi terdampak mencatat 68.850 rumah rusak ringan, 37.520 rusak sedang, dan 56.108 rusak berat. Totalnya mencapai 213 ribu unit lebih. Kabar baiknya, sekitar dua pertiganya adalah rusak ringan dan sedang. Artinya, jika bantuan tunai itu cepat cair, sebagian besar warga bisa segera memperbaiki rumahnya dan tinggal di sana lagi sembari lingkungan dipulihkan.

Konferensi pers yang berlangsung sekitar satu jam itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat papan atas. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran mereka jadi sinyal kuat bahwa penanganan bencana ini jadi prioritas bersama, dan upaya pemulihan di Sumatera sedang digenjot secara kolektif.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar