Seorang penagih utang dari bank plecit diamankan polisi usai diduga menganiaya seorang perempuan di Gresik. Akibatnya, jari tangan kiri korban patah. Peristiwa memilukan ini terjadi Sabtu sore lalu, tepatnya sekitar pukul setengah enam, di kediaman korban di Kecamatan Kebomas.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, saat itu si penagih berinisial MT mendatangi rumah Pujianah (40). Korban mencoba menjelaskan bahwa suaminya belum pulang kerja dan baru akan tiba sekitar pukul tujuh malam. Rupanya, penjelasan itu malah memicu amarah MT. Dia menuduh Pujianah sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran.
Suasana pun memanas. Khawatir dengan sikap sang penagih, Pujianah berusaha mengabadikan kejadian itu dengan ponselnya. Mungkin dia berpikir, rekaman itu bisa jadi bukti kalau mau dilaporkan atau dibuat viral. Tapi MT jelas tidak terima. Mereka pun bercekcok, berebut ponsel.
Dalam keributan itu, nasib malang menimpa Pujianah. Jari tangan kirinya diremas dengan sangat kuat oleh pelaku hingga bengkok dan penuh memar. Tak hanya itu, ibunya yang bernama Soepra juga ikut merasakan kekerasan fisik saat mencoba melerai.
Di sisi lain, polisi telah bergerak cepat menangani laporan ini.
Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, membenarkan bahwa tersangka telah diamankan. "Benar, kami telah menerima laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan penagih utang. Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman keterangan korban maupun terlapor," jelas Arya.
Dia menegaskan komitmennya. Polres Gresik, kata dia, tidak akan mentolerir tindak kekerasan semacam ini. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak main hakim sendiri dalam menagih utang.
"Pelaku sudah kita amankan, saat ini masih penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Terbitkan PP Nomor 24 Tahun 2026, BUMN Ekspor DSI Jadi Saluran Tunggal Komoditas Strategis
Imigrasi Semarang Amankan Empat WNA Tiongkok dalam Penggerebekan Sindikat Love Scamming
Imigrasi Deportasi Buronan Kasus Pelecehan Seksual Warga AS yang Bersembunyi di Depok Selama 15 Tahun
Dendam Bertahun-tahun Diperas dan Diancam, Pedagang Cilok Remaja Bunuh Seniornya di Tangerang