Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, tak main-main. Begitu kabar bencana di Sumatera terdengar, ia langsung bergerak. Instruksi tegas pun diberikan kepada seluruh jajaran partai untuk segera turun tangan membantu para korban. Pengalamannya yang luas dalam menangani krisis, rupanya, jadi bekal berharga.
Sekjen partai, Hasto Kristiyanto, bercerita. Saat rapat di Sekolah PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin lalu, ia menggambarkan betapa detailnya sang ketua umum.
"Arahan Ibu Mega itu spesifik banget. Beliau sampai buat daftar kebutuhan untuk bencana basah sendiri, tulis tangan. Pengalaman beliau dari masa jadi wapres, presiden, sampai sekarang, sangat terasa," ujar Hasto.
Menurutnya, PDIP punya keunikan. Partai ini disebut-sebut satu-satunya yang memiliki badan penanggulangan bencana, atau Baguna. Nah, dalam operasinya, perhatian terhadap kelompok rentan seringkali luput. Tapi tidak bagi Megawati.
"Di rapat DPP, beliau sering ingatkan kita. Jangan sampai lupa dengan kebutuhan kaum perempuan dan anak balita. Itu hal mendasar," tuturnya lagi.
Maka, bantuan logistik yang dikirim pun disesuaikan. Selain bahan pokok, ada paket khusus untuk ibu-ibu dan balita. Bahkan daftar obat-obatan yang diperlukan untuk bencana basah itu ditulis tangan langsung oleh Megawati.
"Itu ada tulisan tangannya. Saya yang kasihkan ke Bu Risma dan Mbak Ning," kata Hasto.
Lalu, ada satu hal yang mungkin terlihat sederhana tapi ditekankan betul oleh Megawati: sarung.
"Ibu Mega sampai peragakan di rapat. ‘Ini penting,’ katanya. Dalam kondisi darurat, toilet terbatas, sarung bisa jadi pelindung untuk keperluan pribadi. Praktis," jelas Hasto menirukan.
Semua arahan detail itu, menurut Hasto, bukanlah teori belaka. Melainkan buah dari pengalaman langsung turun ke lapangan. Nuansa kemanusiaan yang konkret, itulah yang coba dihadirkan.
Artikel Terkait
Harga Suzuki Ertiga Hybrid Bekas Mulai Rp 174 Juta, Ini Kisaran dan Tipsnya
Sidang Isbat Tentukan Awal Ramadan 2026, Potensi Selisih dengan Muhammadiyah
BTS Telkomsel Akhirnya Hadir, Akhiri Isolasi Digital di Nagari Garabak Data
RUU KKS Dikhawatirkan Jadi Alat Represi Baru di Ruang Digital