Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini membeberkan upaya Polri dalam menangani bencana di Sumatera. Menurutnya, ribuan personel telah dikirim ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Angkanya cukup besar, mencapai lebih dari sepuluh ribu orang.
"Sampai saat ini terdapat 10.759 personel yang terdiri dari 8.860 satwil dan 1.899 BKO dari Satker Mabes Polri dan Polda jajaran,"
jelas Sigit dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin lalu.
Penempatan personel itu sendiri dibagi berdasarkan daerah operasi. Untuk Polda Aceh, misalnya, dikerahkan 5.668 personel. Sementara Sumatera Utara mendapat tambahan 3.017 anggota, dan Sumatera Barat sekitar 2.074 personel. Distribusi ini diharapkan bisa mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
Di sisi lain, upaya tak cuma berhenti di situ. Polri juga turut memastikan kebutuhan logistik korban terpenuhi, salah satunya lewat penyediaan makanan. Mereka membangun puluhan dapur lapangan sendiri, di samping yang sudah dioperasikan oleh BNPB dan TNI.
"Sebaran 29 dapur lapangan Polri. Provinsi Aceh ada 17 titik, Provinsi Sumut ada 7 titik, dan Provinsi Sumbar 5 titik,"
tutur Kapolri.
Tak ketinggalan, masalah sanitasi dan air bersih jadi perhatian serius. Polri mengirimkan bantuan berupa mobil toilet portable, tangki air, hingga peralatan penunjang air bersih seperti jet pump dan sumur bor. Rencananya, akan ada distribusi sekitar 300 toren untuk mendukung kebutuhan MCK di lokasi bencana.
Dari gambaran itu, terlihat upaya yang masif dilakukan. Meski begitu, tantangan di lapangan pasti masih banyak. Cuaca ekstrem dan akses yang terputus seringkali jadi kendala utama. Namun, dengan jumlah personel yang telah disebar, diharapkan bantuan bisa menjangkau lebih banyak titik yang membutuhkan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,02% di Awal Perdagangan, Tekanan Jual Masih Dominan
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Pangan Polri, Tinjau Ketat Standar Keamanan Makanan
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Pusat Gizi Polri di Palmerah
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat, 13 Februari 2026