Seorang pria Palestina yang sedang menunaikan salat di pinggir jalan, di Tepi Barat, tiba-tiba jadi korban. Sebuah kendaraan off-road melaju ke arahnya dan menabraknya. Pengemudinya? Seorang tentara cadangan Israel.
Rekaman kejadian yang beredar cukup jelas. "Rekaman yang diterima menunjukkan seorang individu bersenjata menabrak seorang warga Palestina," begitu bunyi pernyataan militer Israel, yang dirilis setelah peristiwa Kamis lalu itu.
Mereka dengan cepat mengambil tindakan. Kedinasan tentara cadangan itu langsung dihentikan.
Menurut militer, tindakannya adalah pelanggaran berat. Senjatanya pun disita. Media Israel kemudian memberitakan bahwa pria itu kini dikenai tahanan rumah.
Untungnya, nasib korban tak separah yang dikhawatirkan. Setelah diperiksa di rumah sakit, pria Palestina itu diketahui tidak mengalami luka serius. Ia sudah bisa pulang ke rumah.
Video yang beredar ditayangkan TV Palestina dan diverifikasi Reuters memang gamblang. Terlihat seorang pria berpakaian sipil dengan senjata di bahu, mengendarai mobil, lalu menyeruduk orang yang sedang salat.
Sayangnya, insiden seperti ini seakan jadi potret kelam yang makin sering terlihat. Tahun ini, menurut catatan PBB, serangan oleh warga Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat mencapai level yang mengkhawatirkan. Data mereka menunjukkan lebih dari 750 orang terluka, menjadikannya salah satu tahun paling penuh kekerasan yang pernah tercatat.
Artikel Terkait
Persis Solo dan Malut United Hadapi Ujian Berat di BRI Liga 1 Pekan ke-21
Presiden Jokowi Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit
Polres Siak Tetapkan Tersangka Kasus Karhutla 10 Hektare di Lahan Gambut
PGN Pacu Revitalisasi Fasilitas Regasifikasi Muara Karang, Target Rampung Maret 2026