Begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, sanksi yang dijatuhkan mencakup larangan kerja sama bagi entitas China dan pembekuan aset perusahaan-perusahaan tersebut di wilayah China. Tapi, ada hal yang menarik. Menurut laporan AFP, sebagian besar perusahaan yang kena sanksi seperti cabang Boeing di St. Louis dan Northrop Grumman nyaris tidak punya bisnis di China. Bahkan, beberapa di antaranya bukan kali pertama menerima sanksi serupa dari Beijing.
Tak hanya perusahaan, sepuluh eksekutif papan atas industri pertahanan AS juga kena getahnya. Mereka dilarang masuk ke China, termasuk ke wilayah administratif khusus seperti Hong Kong dan Makau.
Jadi, meski dampak praktisnya mungkin terbatas, pesan politiknya jelas sekali: Beijing tidak akan tinggal diam melihat apa yang mereka anggap sebagai provokasi di halaman belakang sendiri.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan ke Universitas Isfahan dengan Target Kampus AS di Teluk
KAI Tegaskan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel Saat Arus Balik Masih Padat
Arus Balik Lebaran di Kepulauan Anambas Berjalan Lancar Berkat Pengamanan TNI-Polri
Arus Balik Lebaran di Jalan Layang MBZ Mulai Melandai pada H+7