Begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, sanksi yang dijatuhkan mencakup larangan kerja sama bagi entitas China dan pembekuan aset perusahaan-perusahaan tersebut di wilayah China. Tapi, ada hal yang menarik. Menurut laporan AFP, sebagian besar perusahaan yang kena sanksi seperti cabang Boeing di St. Louis dan Northrop Grumman nyaris tidak punya bisnis di China. Bahkan, beberapa di antaranya bukan kali pertama menerima sanksi serupa dari Beijing.
Tak hanya perusahaan, sepuluh eksekutif papan atas industri pertahanan AS juga kena getahnya. Mereka dilarang masuk ke China, termasuk ke wilayah administratif khusus seperti Hong Kong dan Makau.
Jadi, meski dampak praktisnya mungkin terbatas, pesan politiknya jelas sekali: Beijing tidak akan tinggal diam melihat apa yang mereka anggap sebagai provokasi di halaman belakang sendiri.
Artikel Terkait
Mantan Danjen Kopassus Gugat Polda Metro Jaya Soal Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026