Semangat serupa terpancar dari Akbar, warga lain yang juga berusia 42 tahun. Dia dengan gembira mengajak ketiga anaknya ke sana.
ujar Akbar.
Salah satu putranya yang masih duduk di bangku kelas lima SD mengiyakan. Anak itu tampak senang menikmati pertunjukan selama 20 menit itu. “Seru, sama dapat belajar tentang tata surya,” katanya singkat.
Selain pertunjukan utama, ada satu hal lain yang dicoba keluarga Akbar: AI Virtual Host. Itu adalah pemandu digital berbasis kecerdasan buatan yang menyajikan info astronomi secara interaktif. Meski begitu, responsnya agak lambat. “Tadi nanya ‘ada berapa jenis bintang’. Dijawab, tapi agak lambat menjawabnya,” cerita Akbar.
Planetarium TIM ini memang baru saja bangkit setelah tertidur panjang selama 13 tahun. Sambutan hangat warga Jakarta langsung terasa. Buktinya, tiket untuk semua sesi pertunjukan ludes terjual. Setiap hari, Teater Bintang menggelar empat sesi. Dan setiap kalinya, bisa menampung hingga 200 orang. Suasana ramai itu sepertinya akan bertahan hingga liburan usai.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji, Termasuk Direktur Maktour
Turki Netralisir Rudal Balistik Iran yang Masuk Wilayah Udara
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Indonesia-Jepang Senilai USD 23,63 Miliar
KPK Tangkap Dua Tersangka Baru Kasus Suap Kuota Haji, Nilai Suap Capai Ratusan Ribu Dolar