Di tengah upaya memperkuat transparansi, Pertamina baru saja meresmikan ruang baca publik. Ini bukan sekadar ruangan biasa, lho. Fasilitas ini terintegrasi langsung dengan layanan informasi publik mereka, atau yang dikenal sebagai PPID, dan letaknya pun strategis.
Anda bisa mencarinya di area layanan informasi publik Pertamina, Jakarta. Yang menarik, ruang ini terhubung langsung dengan Perpustakaan Ibnu Sutowo yang ada di kantor pusat mereka di Medan Merdeka.
Menurut Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, langkah ini punya dua tujuan sekaligus. Di satu sisi, untuk mendorong keterbukaan informasi. Di sisi lain, untuk menguatkan budaya baca di masyarakat.
"Kami ingin masyarakat dapat informasi yang transparan, tapi juga punya ruang baca yang nyaman dan mendidik. Ini bentuk komitmen kami membangun ekosistem literasi,"
ujar Baron dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/12/2025).
Dia bilang, inisiatif ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya soal pendidikan berkualitas. Tak hanya itu, ini juga bagian dari implementasi keterbukaan informasi di internal Pertamina.
Nah, dengan adanya ruang baca ini, peran Pertamina jadi lebih luas. Mereka tak cuma perusahaan energi, tapi juga mitra strategis yang aktif memperkuat literasi dan transparansi.
"Ini jadi sarana edukasi bagi yang butuh akses informasi seputar Pertamina. Intinya, fasilitas tambahan untuk publik,"
tambahnya.
Soal koleksi, ruang baca ini menyediakan beragam bacaan informatif. Salah satunya adalah majalah Energia Pertamina yang mengupas aktivitas, kinerja, hingga inovasi perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Bagi yang berminat berkunjung, layanan ini buka Senin sampai Jumat, pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Caranya gampang, pengunjung cukup registrasi data lewat aplikasi mobile layanan informasi publik Pertamina yang tersedia di Play Store.
Sebagai catatan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang mereka. Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina punya target Net Zero Emission 2060. Mereka juga terus mendorong program-program yang mendukung SDGs.
Semua upaya itu sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola yang lebih baik, pelayanan publik, serta prinsip keberlanjutan. Prinsip ESG pun diterapkan di semua lini bisnis dan operasional mereka.
Artikel Terkait
Tabungan Rp 15 Juta untuk Berobat Kakek 70 Tahun Hangus Terbakar di Dapur
Tabungan Usia Tua untuk Berobat Ludes Terbakar, Kakek di Polewali Mandar Berduka
Nutrilon Royal dan Indomaret Kirim Lima Keluarga ke Hong Kong untuk Edutrip Sains
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6 Kilometer