Suasana Natal di Riau tahun ini benar-benar khidmat. Aman dan damai. Itulah gambaran yang terlihat dari sejumlah kota dan kabupaten di provinsi itu. Kerja sama yang apik antara aparat, pemerintah daerah, dan tokoh-tokoh agama berhasil menciptakan suasana yang rukun. Semua prosesi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Untuk mengawal momen penting ini, Polda Riau tak main-main. Mereka mengerahkan lebih dari seribu personel yang tersebar di seluruh penjuru provinsi. Tujuannya jelas: menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Natal hingga Tahun Baru nanti.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menekankan bahwa kunci utamanya adalah sinergi. TNI, Polri, dan Pemda harus kompak. "Kami mengedepankan langkah yang preventif, responsif, tapi juga humanis," katanya. Pendekatan ini diharap bisa mengantisipasi gangguan keamanan sekaligus mengurai kemacetan di titik-titik keramaian.
Di Kepulauan Meranti, misalnya, pengamanan berjalan ketat. Polri dan TNI siaga penuh. Wakapolres setempat, Kompol Detis Mayer Silitongga, memastikan personelnya ditempatkan di lokasi strategis. Mereka mengatur arus lalu lintas dan akses jemaat menuju gereja. Fokusnya pada gereja-gereja utama seperti GPDI, Katolik Santo Fransiskus Xaverius, HKBP, dan GPIB. Kolaborasi dengan pengurus gereja terbukti efektif. Sistem pengamanan terbuka dan tertutup mereka berjalan mulus, menciptakan situasi yang benar-benar kondusif.
Sementara itu, di Pelalawan, suasana agak berbeda tapi tak kalah semangat. Kapolres AKBP John Louis Letedara justru memimpin patroli sinergitas langsung. Ia berkeliling bersama Forkopimda, termasuk Bupati H. Zukri Misran. Patroli ini menyambangi gereja-gereja seperti HKBP Maduma dan Paroki Hati Kudus Yesus. Mereka memastikan Misa Natal berlangsung aman hingga kegiatan usai di malam hari.
Bupati Zukri Misran menyatakan dukungan penuhnya. Pemerintah daerah, kata dia, sepenuhnya mendukung langkah aparat untuk menjaga ketenangan umat yang beribadah. Kegiatan yang melibatkan banyak instansi seperti Dishub dan BPBD itu akhirnya berakhir dengan damai. Semua terkendali.
Nuansa hangat justru sangat terasa di Indragiri Hulu. Rombongan Forkopimda dan Pamatwil Polda Riau datang meninjau ibadah di Gereja Katolik St Theresia Rengat. Kehadiran para pejabat disambut antusias ratusan jemaat yang sedang merayakan Natal dengan tema penyelamatan keluarga.
Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, berpesan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. "Ini simbol kehadiran negara untuk melindungi semua warga," ujarnya. Ia berharap momentum Natal ini bisa menguatkan iman dan membawa perubahan positif bagi kemajuan masyarakat di Bumi Indragiri.
Peninjauan kemudian berlanjut ke Gereja HKBP Resort Rengat. Sekitar 350 jemaat hadir di sana. Pengurus gereja menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Sementara Ketua DPRD Inhu berharap toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di wilayahnya tetap terjaga dengan baik.
Lain lagi ceritanya di Kuantan Singingi. Kapolres setempat, AKBP R. Ricky Pratidiningrat, memimpin Patroli Skala Besar sebagai bagian dari Operasi Lilin Lancang Kuning 2025. Patroli gabungan ini melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, hingga perhubungan. Mereka memantau pusat keramaian dan tentu saja, lokasi ibadah.
Perhatian utama di Kuansing adalah Gereja Santo Antonius Padua dan Gereja GPIB Efrata, serta Pos Pengamanan Tugu Cerano. Kapolres Ricky mengingatkan anak buahnya untuk tetap waspada, namun pendekatannya harus humanis. "Tujuannya menekan pelanggaran hukum selama libur panjang ini," tegasnya.
Tak ketinggalan, Siak juga punya cerita. Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra bersama Forkopimda blusukan mengecek Pospam Istana Siak di Jalan Sultan Syarif Kasim. Mereka juga menyambangi Pelabuhan Buton. Semua untuk memastikan arus mudik Natal dan Tahun Baru lancar.
"Kami ingin memastikan semua pos pengamanan dan pelayanan siap melayani masyarakat dengan baik," ujar AKBP Eka.
Ia menambahkan, "Sinergi antarinstansi ini krusial. Agar pengamanan Natal dan Tahun Baru di Siak benar-benar aman, lancar, dan kondusif."
Pada akhirnya, rangkaian perayaan Natal 2025 di Riau bisa dibilang sukses. Tertib dan khidmat. Kesuksesan ini buah dari koordinasi intensif semua pihak: kepolisian, TNI, pemda, dan tentu saja pengurus gereja. Mereka bersama-sama menjaga stabilitas dan merajut kerukunan yang sudah lama terjalin.
Artikel Terkait
Gowa Tetapkan Jumat Sebagai Hari Bersih-Bersih Serentak Ikuti Arahan Presiden
Koalisi Prabowo Mulai Bergerak, Dorong Dua Periode di Pilpres 2029
Charles Honoris Dorong Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 216,5 Juta Warga
WWE 2K26 Hadirkan Mode Punked, Kisahkan Karier CM Punk dengan Skenario What If