Lalu lintas Puncak saat liburan? Sudah jadi cerita lama yang seru sekaligus bikin deg-degan. Nah, tahun ini Polres Bogor punya cara unik buat ngatasin kemacetan parah di jalur favorit wisatawan itu. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi, tampak antusias menyoroti satu strategi khusus: memberdayakan para 'joki' jalan tikus menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas.
Dia memuji langkah Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto itu sebagai ide kreatif. "Sebelumnya, para joki ini mungkin niatnya menolong, tapi malah bikin pekerjaan kami tambah," ujar Rudi di Simpang Gadog, Bogor, Jumat kemarin.
"Soalnya, terjadi crossing-crossing di beberapa titik akibat kendaraan yang mereka jokikan. Justru bikin kacau," lanjutnya.
Kini, dengan jadi Supeltas, mereka dianggap bisa benar-benar membantu. Rudi bilang, kepadatan di Puncak memang tak terhindarkan karena membludaknya volume kendaraan. Kapasitas jalan yang terbatas dipaksa menampung arus manusia dan kendaraan yang melonjak. Maka, pendekatannya pun harus berbeda.
"Makanya, Kapolres Bogor beserta jajaran menjadikan mereka sukarelawan. Mereka kini membantu mengatur, tidak lagi cuma mikirin yang kasih uang. Kami juga beri mereka insentif," jelasnya.
Intinya, menurut Rudi, Polri ingin hadir dan berbuat nyata di lapangan. Gimmick? Enggak juga. Ada langkah konkret lain yang dia apresiasi.
Misalnya, menggandeng hotel-hotel di kawasan Puncak untuk menerapkan kebijakan late check-out. Ini trik sederhana tapi berdampak lumayan. Wisatawan jadi punya ruang lebih buat mengatur jam perjalanan pulang, nggak buru-buru semua jadi satu gelombang di jalan raya.
"Strategi kami selalu berdasarkan situasi kepadatan yang terjadi di lapangan. Kami apresiasi langkah Polres Bogor ini. Kami juga imbau para pengusaha hotel untuk bisa mempermudah tamu dengan mengundur waktu check-out," katanya.
Nggak cuma sampai di situ. Rudi menyebut ada juga koordinasi dengan pengelola hotel untuk memberi diskon di restoran bagi tamu yang harus menunggu saat sistem satu arah diterapkan. Semua langkah ini, ditekankannya, demi satu tujuan: kenyamanan dan keamanan pengunjung dan pengguna jalan.
"Pembahasan sudah kami lakukan dengan PHRI dan para pengusaha. Harapannya, masyarakat bisa merasa lebih nyaman. Pada intinya, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyamankan situasi bagi semua," pungkas Rudi.
Artikel Terkait
Xpeng Soroti Dominasi AI di IIMS 2026, Geser Fokus dari Tenaga ke Komputasi
Mensesneg Serukan Peran Pers Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa di HPN 2026
Kemendagri Tegaskan Pentingnya Sinkronisasi RTRW Daerah dengan Kebijakan Nasional
Bareskrim Usut Kasus Investasi DSI, Tiga Petinggi Perusahaan Jadi Tersangka