Pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat. Peringatan itu diterima pihak berwenang di dekat Haymana, sekitar 74 kilometer dari Ankara. Tak butuh waktu lama, tim pencari menemukan puing-puing pesawat di area perdesaan Kesikkavak, distrik Haymana. Pemandangan yang suram.
Lalu, apa penyebabnya? Menurut pejabat Turki, Burhanettin Duran dari Direktorat Komunikasi Presiden, pesawat mengalami masalah teknis yang serius sebelum akhirnya hilang kendali.
jelas Duran. Upaya pendaratan darurat itu, sayangnya, tak berhasil.
Selain Mohammed Al-Haddad, pesawat itu juga mengangkut sejumlah petinggi militer Libya lainnya. Beberapa nama yang disebut adalah komandan pasukan darat, direktur otoritas manufaktur militer, seorang penasihat kepala staf, plus seorang fotografer resmi. Semua ikut dalam penerbangan nahas itu.
Kecelakaan ini tentu menambah daftar panjang kesuraman di Libya. Negeri yang sudah bertahun-tahun dilanda konflik kini harus kehilangan salah satu pimpinan militernya dalam insiden yang terjadi jauh dari rumah.
Artikel Terkait
DPR Padamkan Lampu dan Kurangi BBM Pejabat untuk Program Penghematan Energi
Menteri LHK Tinjau Calon Lokasi PLTSa di Malang, Target Olah 1.038 Ton Sampah Per Hari
Satpol PP Bandung Terima Apresiasi Atas Kinerja Humanis dan Responsif Sepanjang 2024
Kebakaran Pabrik Helm di Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Titik Api di Gudang Bahan Kimia Jadi Sorotan