Setelah bertemu dengan Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, di kantornya Rabu kemarin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan satu hal: bantuan sosial untuk korban bencana, terutama di Sumatera, harus segera disalurkan. Ini jadi prioritas utama, sesuai perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan itu sendiri fokus membahas upaya perlindungan sosial dan langkah-langkah penanganan pasca-bencana. Gus Ipul membeberkan berbagai skema bantuan yang sudah disiapkan pemerintah. Tujuannya jelas: agar semua bisa tepat sasaran dan cepat sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
“BLT harus sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat. Ini arahan Presiden dan menjadi perhatian serius pemerintah,”
tegas Gus Ipul dalam rilis tertulisnya, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, ada dua jenis BLT yang bakal digelontorkan. Pertama, BLT reguler senilai Rp200.000 per bulan. Lalu ada BLT tambahan yang akan diberikan selama tiga bulan, dengan total Rp900.000. Program ini ditargetkan untuk sekitar 35 juta kepala keluarga, atau kira-kira 120 juta jiwa.
Namun begitu, bagi warga yang terdampak bencana di Sumatera, pemerintah menyiapkan paket bantuan khusus. Setiap keluarga korban akan menerima minimal Rp8 juta. Rinciannya, Rp3 juta untuk mengisi kebutuhan rumah tangga, dan Rp5 juta dipakai buat pemulihan ekonomi keluarga. Bahkan, untuk kebutuhan lauk pauk pun sedang diatur besaran bantuannya, lewat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
“Semuanya kita siapkan agar warga tidak hanya bertahan, tapi bisa segera bangkit kembali,”
ucap Gus Ipul.
Tak cuma itu, dalam pertemuan yang sama, Mensos juga melaporkan soal skema santunan untuk korban jiwa. Pemerintah mengalokasikan Rp15 juta untuk setiap korban meninggal, dan Rp5 juta bagi yang mengalami luka berat. Penyalurannya nanti akan dilakukan langsung oleh Kemensos, berdasarkan data yang sudah diverifikasi dan disetujui oleh bupati atau wali kota setempat, bersama BNPB.
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet disebutkan sedang mengoordinasikan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga. Tujuannya agar penanganan bencana di Sumatera ini berjalan terpadu, tidak asal-asalan, dan bisa berkelanjutan.
“Kami di Kemensos akan terus berkoordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, memastikan seluruh bantuan berjalan akuntabel dan benar-benar dirasakan masyarakat,”
tutupnya.
Pertemuan antara Gus Ipul dan Sekretaris Kabinet itu sendiri, seperti diketahui, berlangsung pada Rabu, 24 Desember.
Artikel Terkait
Anggota DPR Serap Aspirasi Pelaku Industri Rokok Kecil dan Petani Tembakau di Semarang
Lima Tersangka Penculik Hakim Prancis yang Minta Tebusan Kripto Ditangkap
Dewan Pers Serukan Perlindungan dan Kesejahteraan Jurnalis di HPN 2026
Arsitek Papua Barat Pecahkan Rekor Tinju 24 Jam untuk Galang Dana Anak Kanker