Kembali Terendam, Belasan Gampong di Pidie Jaya Dilanda Banjir Luapan Sungai Meuredu

- Rabu, 24 Desember 2025 | 20:35 WIB
Kembali Terendam, Belasan Gampong di Pidie Jaya Dilanda Banjir Luapan Sungai Meuredu

Wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali berjuang melawan genangan air. Kali ini, banjir menerjang belasan gampong yang tersebar di tiga kecamatan berbeda. Situasinya cukup memprihatinkan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, M Nur, penyebabnya adalah luapan Krueng atau Sungai Meuredu. Dia mengonfirmasi hal ini melalui sambungan telepon dari Banda Aceh, Rabu (24/12/2025).

"Banjir yang melanda belasan gampong dalam tiga kecamatan tersebut akibat meluapnya Krueng/Sungai Meuredu," ujarnya.

Dampaknya langsung terasa. Di Kecamatan Meurah Dua, tujuh gampong terendam: Dayah Usen, Mancang, Dayah Kruet, Mns Raya, Blang Cut, Buangan, dan Menasah Raya. Sementara itu, di Kecamatan Meureudu, air juga menggenangi Gampong Berawang, Menasah Lhok, Grong-Grong Beuracan, serta Mesjid Tuha - Lhokga.

Tak cuma di dua kecamatan itu. Kecamatan Bandar Dua pun tak luput, dengan beberapa gampong seperti Juelanga, Alue keutapang, Paya pisang klat, dan Alue Mee ikut terdampak. Daftarnya masih berlanjut: Babah Krueng, Blang Kuta, Drien Tujoh, dan Alue sane juga dilaporkan kebanjiran.

Menghadapi situasi ini, tim gabungan sudah disiagakan. Nur punya pesan penting untuk warga. Dia meminta masyarakat untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan tinggi, jangan nekat tetap di rumah jika kondisi air mengkhawatirkan.

"Kita berharap intensitas hujan berkurang sehingga air yang merendam belasan gampong segera surut kembali," harap Nur.

Sayangnya, harapan itu belum terwujud saat laporan ini dibuat. Hujan masih turun dengan derasnya, kadang reda sebentar lalu kembali mengguyur. Ketinggian air di setiap desa pun berbeda-beda, ada yang baru setinggi mata kaki, tapi ada juga yang sudah melampaui lutut orang dewasa. Semuanya bergantung pada topografi wilayah setempat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar