Dari situ saja, Setyawan merasa bisa menilai integritas seorang hakim. Alasannya sederhana: penghasilan resmi seorang hakim, meski terbilang besar, sebenarnya tak cukup untuk gaya hidup yang berlebihan.
"Bagi kami itu sudah bagian bisa melihat integritas di situ. Jadi karena nggak mungkin ya meskipun tunjangan hakim itu cukup besar tapi tidak, tidak akan menjadikan hakim itu kaya,"
tuturnya lagi.
Pernyataannya ini tentu menyisakan tanda tanya. Di satu sisi, hakim juga manusia yang punya kebutuhan. Namun begitu, ketika kemewahan yang ditampilkan jauh melampaui hitungan logis, wajar saja jika publik dan institusi seperti KY mulai bertanya-tanya. Dari mana semuanya berasal?
Artikel Terkait
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi
Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen dari Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah