Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, membeberkannya. Pelaksanaan fisik akan berlangsung pada 2026-2027, dibagi ke dalam empat klaster utama.
"Yang pertama adalah pembangunan sistem polder, kemudian pembangunan kali dan sungai, pembangunan embung atau waduk, dan pembangunan serta perkuatan tanggul pengaman pantai," kata Ika.
Angka Rp 2,62 triliun itu akan digelontorkan untuk sejumlah pekerjaan spesifik. Ika menyebutkan, ada 9 paket pembangunan sistem polder yang akan tersebar di 13 lokasi. Nantinya, akan ada penambahan 63 unit pompa baru.
"Kemudian terdapat 2 paket pembangunan embung terdiri dari 3 lokasi," sambungnya.
"2 paket pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 2 km serta revitalisasi sungai sepanjang 2 km. Dengan nilai total anggaran sebesar Rp 2,62 triliun," tambah Ika merinci.
Pemilihan lokasi proyek, lanjutnya, bukan tanpa dasar. Semuanya merujuk pada data historis genangan selama periode 2020-2024. Targetnya jelas: menuntaskan banjir yang berulang di titik-titik rawan.
"Kawasan yang akan kami laksanakan meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara. Jadi lima wilayah semuanya tercover," pungkas Ika.
Kini, tinggal menunggu eksekusi di lapangan. Warga Jakarta tentu berharap, investasi triliunan rupiah ini bisa membawa perubahan nyata, mengakhiri mimpi buruk tahunan yang selalu datang ketika musim hujan tiba.
Artikel Terkait
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta
Polisi Tangkap Pembeli Bayi Hasil Perdagangan Anak di Jeneponto
Sekolah di Sumatra Kembali Normal Pascabanjir Berkat Kolaborasi Pemerintah