Gemuruh terdengar lagi dari Gunung Semeru pagi ini. Gunung tertinggi di Jawa itu kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya, dengan kolom abu membubung tinggi ke langit yang masih gelap.
Menurut petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi terjadi tepat pukul 04.23 WIB. "Tinggi kolom letusannya sekitar 900 meter di atas puncak," jelasnya. Itu berarti abu vulkanik mencapai ketinggian hampir 4.600 meter di atas permukaan laut.
Dia menambahkan, suara gemuruh yang lemah menyertai letusan itu. "Kolom abunya teramati putih sampai kelabu, cukup tebal, dan condong ke arah utara serta timur laut," ujar Sigit.
Sebenarnya, ini bukan erupsi pertama di hari yang sama. Catatan perangkat seismograf menunjukkan, gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang ini sudah lebih dulu erupsi sekitar tiga jam sebelumnya, tepatnya pukul 01.39 WIB. Letusan saat itu mencapai 700 meter dengan durasi hampir dua menit.
Kedua kejadian terekam dengan amplitudo maksimum yang sama, 22 mm. Hanya durasinya yang berbeda.
Dengan status Siaga (Level III) yang masih berlaku, otoritas tentu saja mengeluarkan sejumlah imbauan ketat. Masyarakat sama sekali dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak.
"Di luar jarak itu pun, warga tidak boleh berkegiatan dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di aliran Besuk Kobokan," tegas Sigit. Alasannya jelas: potensi perluasan awan panas dan aliran lahar masih mengancam, bahkan bisa menjangkau hingga 17 km.
Larangan lain adalah mendekat dalam radius 5 km dari kawah. Area itu rawan dihujani batu pijar yang terlontar saat erupsi.
Di sisi lain, kewaspadaan juga harus diperluas. Warga diminta awas terhadap ancaman sekunder seperti awan panas, guguran lava, dan tentu saja lahar. Ancaman ini terutama mengintai di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat. Bahkan anak-anak sungai dari Besuk Kobokan pun berpotensi dilanda lahar. Situasinya memang perlu dipantau terus.
Artikel Terkait
Pakar Ingatkan Program Gizi dan Gentengisasi Perlu Diiringi Perbaikan Kualitas Guru
Sudan Hadapi Krisis Kemanusiaan Terparah, 34 Juta Jiwa Butuh Bantuan
Polisi Amankan 9,5 Kilogram Ganja di Parkir RS UKI Jakarta Timur
Truk Mogok di Pesing Jakbar Sebabkan Kemacetan ke Arah Cengkareng