Prabowo Pimpin Rapat dari Bogor, Bahas Kampung Haji hingga Pemulihan Sumatera

- Selasa, 23 Desember 2025 | 23:40 WIB
Prabowo Pimpin Rapat dari Bogor, Bahas Kampung Haji hingga Pemulihan Sumatera

Dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri. Agenda utamanya? Membahas dua hal yang tampak berbeda namun sama-sama mendesak: pemulihan pascabencana di Sumatera dan rencana ambisius pembangunan kampung haji di Tanah Suci.

Momen rapat itu terekam dan diunggah ke akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa lalu. Tampak hadir dalam pertemuan itu Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.

Menurut penjelasan Teddy, ada kabar gembira dari Arab Saudi. Rencana pembangunan kampung haji khusus untuk jemaah Indonesia di Makkah akhirnya dapat lampu hijau.

"Perkembangan terkait pembangunan Kampung Haji yang telah disepakati oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah haji Indonesia akan memiliki tempat sendiri selama melaksanakan ibadah Haji," ujar Teddy.

Ini tentu sebuah terobosan bersejarah. Namun begitu, perhatian juga tak lepas dari persoalan dalam negeri yang lebih mendesak.

Rapat juga menyoroti distribusi pasokan energi, khususnya LPG dan BBM, ke wilayah-wilayah di Sumatera yang masih berjuang pulih dari bencana. Presiden dikabarkan ingin memastikan pasokan aman, tidak hanya untuk korban bencana, tapi juga menyambut periode Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia.

"Pemulihan keadaan di 3 provinsi di Sumatra. Presiden menginstruksikan BUMN dan Kementerian PU menyelesaikan pembangunan rumah hunian sementara secepat mungkin seiring dengan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak," lanjut Teddy.

Sejauh ini, progres pemulihan infrastruktur terlihat cukup signifikan. Sudah sebulan pascabencana, pemerintah berhasil membangun belasan jembatan darurat. Jalan-jalan nasional yang sempat terputus total pun mulai bisa dilalui lagi, meski belum semuanya.

Angkanya cukup menggambarkan upaya yang dilakukan. Dalam dua minggu terakhir, 11 jembatan Bailey berat telah berdiri. Dari 52 kabupaten/kota yang jalannya nyaris terisolasi, kini tinggal 4 yang belum beroperasi sempurna.

Perbaikan jalan nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan tren positif. Begitu pula dengan jembatan-jembatan nasional. Meski di Aceh masih ada 10 jembatan yang mengandalkan struktur sementara, upaya perbaikan terus berjalan.

Di sisi lain, fokus kini mulai bergeser ke hal yang lebih manusiawi: membangun hunian sementara dan memastikan akses air bersih bagi warga yang kehilangan rumah. Itu yang jadi prioritas utama saat ini, dan pembangunannya konon sudah dimulai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar