Di Terminal Kargo Jenazah Bandara Soetta, suasana hening dan penuh duka. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, hadir langsung untuk menyambut kepulangan terakhir empat warga negara kita. Mereka adalah korban kebakaran maut di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, akhir November lalu.
“Negara hadir sepenuhnya untuk melindungi pekerja migran Indonesia, baik saat bekerja di luar negeri maupun saat kembali ke tanah air dalam keadaan duka seperti ini,” ujar Mukhtarudin, Selasa (23/12/2025) kemarin.
Dia menegaskan, pemerintah memastikan proses pemulangan ini berjalan bermartabat. “Kami memastikan proses pemulangan berjalan bermartabat dan keluarga mendapatkan pendampingan penuh,” tambahnya.
Memang, pemulangan jenazah sembilan PMI yang jadi korban itu dilakukan secara bertahap. Dari total sembilan, empat jenazah satu asal Jawa Barat dan tiga asal Jawa Tengah tiba melalui Soetta. Lima lainnya, yang berasal dari Jawa Timur, dipulangkan lewat Bandara Juanda, Surabaya.
Proses panjang ini melibatkan koordinasi ketat. KJRI Hong Kong dari Kementerian Luar Negeri menangani segalanya dari Hong Kong hingga tanah air. Begitu tiba, giliran Kementerian P2MI yang mengambil alih. Tugas mereka berat: mengantar jenazah hingga ke kampung halaman, mengurus transportasi lanjutan, plus menyalurkan santunan untuk keluarga yang berduka.
Sebelumnya, satu jenazah sudah lebih dulu tiba Minggu malam dan langsung diserahterimakan ke keluarganya di Indramayu. Delapan jenazah sisanya akan dipulangkan secara bertahap hingga tanggal 25 Desember nanti. Sebagian besar biaya, seperti dijelaskan pemerintah, ditanggung negara.
Kebakaran apartemen di Hong Kong itu memang bencana besar. Tak kurang dari 160 orang meninggal, dan di antaranya sembilan adalah pekerja migran asal Indonesia. Sejak hari pertama kejadian, pemerintah kita langsung bergerak cepat, berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk identifikasi korban dan memastikan hak-hak ahli waris terpenuhi.
Kehadiran menteri di bandara bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal kuat, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, bahwa perlindungan untuk TKI harus menyeluruh. Dari hulu ke hilir. Kementerian P2MI juga masih punya pekerjaan rumah: memantau penyaluran santunan dan klaim asuransi agar benar-benar sampai ke tangan keluarga yang membutuhkan.
Perjalanan pulang yang penuh nestapa ini, setidaknya, diakhiri dengan pengantaran yang penuh hormat. Sebuah upaya untuk memberi sedikit ketenangan di tengah duka yang mendalam.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pimpinan PN Depok Terkait Suap Eksekusi Lahan 6,5 Hektar
PSBS Biak Hadapi PSM di Sleman, Duel Penentu Nasib di Zona Degradasi
Gajah Sumatera Tewas Diburu, Gadingnya Hilang di Pelalawan
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Area Konsesi PT RAPP, Diduga Diburu