Kebakaran Petambura: 108 Warga Kehilangan Rumah, Dokumen Penting Ludes Terbakar

- Selasa, 23 Desember 2025 | 19:30 WIB
Kebakaran Petambura: 108 Warga Kehilangan Rumah, Dokumen Penting Ludes Terbakar

Asap masih mengepung kawasan Petamburan, Jakarta Barat, ketika Wali Kota Iin Mutmainnah tiba untuk melihat langsung dampak kebakaran yang baru saja terjadi. Dia datang untuk memastikan kondisi warga dan mencatat kerusakan yang ditimbulkan.

Di lokasi yang porak-poranda itu, Iin menjelaskan rincian dampaknya. "Ini terjadi di RT 13 RW 2, Kelurahan Wijaya Kusuma," ujarnya, Selasa (23/12/2025).

"Bangunan yang terbakar total ada 14 unit. Tiga belas di antaranya rumah tinggal, dan satu lagi adalah bangunan kos dengan 17 kamar."

Dia melanjutkan, jumlah korban terdampak cukup banyak. "Kita catat ada 108 orang yang kehilangan tempat tinggal, berasal dari 38 kepala keluarga."

Untungnya, situasi saat ini sudah bisa dikendalikan. Tim gabungan dari pemadam hingga relawan masih berkeliaran di lokasi, melakukan pendinginan dan mengamankan sisa-sisa bangunan. Iin memastikan upaya penanganan berjalan cepat, mulai dari pemadaman total hingga distribusi bantuan darurat seperti makanan dan selimut.

Tak hanya itu, sebuah posko khusus juga langsung didirikan. Fungsinya untuk memudahkan warga mendapatkan layanan yang mereka butuhkan.

Menurut Iin, salah satu masalah utama yang langsung terlihat adalah hancurnya dokumen penting milik warga. "Dokumen-dokumen seperti KTP, KK, sampai ijazah rata-rata habis terbakar. Itu yang jadi perhatian kita sekarang," katanya.

Untuk mengatasinya, layanan administrasi kependudukan langsung disiapkan di posko. Tapi mereka tak cuma menunggu.

"Kami juga jemput bola. Misalnya ada warga yang sakit atau kesulitan datang ke posko, petugaslah yang mendatangi mereka. Intinya, kita pastikan semua orang terdampak bisa segera dapatkan kembali identitasnya," lanjut Iin.

Soal tumpukan puing yang tersisa, rencana pembersihan sudah disiapkan. Pekerjaan itu akan dimulai setelah warga selesai menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan.

Kebakaran di kawasan padat seperti ini seolah jadi cerita yang berulang. Iin pun mengingatkan warganya untuk lebih waspada. Pemasangan instalasi listrik harus memenuhi standar, dan kompor jangan pernah ditinggal dalam keadaan menyala.

Namun begitu, dia juga mengakui bahwa ada faktor di luar kendali. "Yang ketiga, ya ini namanya musibah. Sudah dijaga pun, kadang tetap terjadi. Yang penting ikhtiar dulu, patuhi semua standar pencegahan. Baru kita hadapi bersama jika musibah datang," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar