Jalan utama yang menghubungkan Tapanuli Utara dengan Tapteng dan Sibolga, sepanjang 42 kilometer, kini sudah dibersihkan. Tapi, jangan bayangkan Anda bisa langsung melintasinya. Kenyataannya, jalan itu masih terputus sama sekali di sebelas titik berbeda.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi hal ini. Ia menjelaskan, meski secara garis besar jalur sudah terbuka, kondisi sebenarnya jauh dari kata bisa dilalui.
"Secara visual dari udara, terlihat jelas jalurnya putus total," ujarnya, Senin (8/12/2025).
Lantas, mengapa pembersihan tetap dilakukan? Bobby punya alasan yang masuk akal. "Sepanjang jalur itu kan ada desa-desa yang terisolasi. Jadi, upaya kita buka dan bersihkan itu untuk menjangkau mereka," imbuhnya.
Menurutnya, akses dari Taput ke Tapteng-Sibolga lewat jalur ini mustahil dipakai untuk sementara waktu. Masalahnya bukan cuma material longsor yang menutup, tapi badan jalan itu sendiri yang ikut amblas di titik-titik kritis tersebut.
Jalur yang dimaksud adalah rute Tarutung-Sibolga melalui Adian Koting. Ini bukan jalan sembarangan, melainkan akses vital penghubung Medan dan Sibolga.
Memang, semua rute menuju Tapteng dan Sibolga sempat lumpuh total akibat banjir dan tanah longsor. Kabar baiknya, akses ke Sibolga dan Tapteng sekarang sudah bisa ditempuh lewat jalur lain, yaitu melalui Subulussalam atau pun lewat Humbang Hasundutan. Jadi, meski satu pintu tertutup, masih ada jalan memutar yang bisa dilalui.
Artikel Terkait
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 pada Juni, Petugas Datangi Usaha dari Rumah ke Rumah
Kebakaran Landa Bangunan Semi Permanen di Depok, 12 Personel Damkar Dikerahkan
Angin Kencang Terjang Lingga dan Dairi, 92 Rumah Rusak
BNPB Catat Empat Bencana Landa Sejumlah Wilayah Indonesia dalam 24 Jam