Sebaliknya, Bagi yang Pulang ke Jawa
Untuk arus balik dari Sumatera ke Jawa, semua jenis kendaraan mulai dari pejalan kaki hingga truk besar akan dilayani di Pelabuhan Bakauheni.
Tapi, situasi darurat juga bisa terjadi di sini. Jika antrean kendaraan barang di Bakauheni sudah tak terkendali, pengalihan akan diberlakukan. Truk bisa dialihkan melalui Pelabuhan Panjang (Lampung) menuju Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (Cilegon), atau lewat Pelabuhan BBJ Muara Pilu (Lampung Selatan) menuju Pelabuhan BBJ Bojonegara di Serang, Banten.
Lalu, Bagaimana dengan Selat Bali?
Periode waktu yang sama juga berlaku untuk penyeberangan antara Ketapang (Jawa) dan Gilimanuk (Bali).
Bagi yang mau ke Bali dari Jawa, lewat Pelabuhan Ketapang. Prioritas utama diberikan untuk sepeda motor, mobil pribadi, dan bus. Sementara untuk truk barang golongan Vb ke atas, akan dibatasi dan tidak diprioritaskan.
Sebaliknya, untuk arus dari Bali menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, aturannya serupa. Prioritas tetap untuk kendaraan penumpang seperti motor, mobil, dan bus. Truk barang, khususnya golongan Vb, VIb, dan yang lebih besar, akan mengalami pembatasan dan harus bersabar karena bukan prioritas utama.
Intinya, pemerintah berusaha mengurai benang kusut arus mudik Nataru dengan memisahkan arus kendaraan. Harapannya, perjalanan kita semua bisa lebih lancar, meski tetap harus siap dengan segala kemungkinan antrean yang mungkin terjadi.
Artikel Terkait
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
John Herdman Awali Era Baru Timnas Indonesia dengan Target Jangka Panjang Piala Dunia 2030