Di sisi lain, Rapimnas juga mengusulkan perubahan signifikan dalam soal pemilihan kepala daerah. Golkar mengusung wacana agar Pilkada kembali dilaksanakan melalui DPRD. Ini, kata mereka, adalah wujud nyata kedaulatan rakyat tentu dengan catatan harus melibatkan partisipasi publik secara luas dalam prosesnya.
Tak cuma soal Pilkada, sistem Pemilu pun jadi sorotan. Partai berlambang pohon beringin itu merekomendasikan perbaikan menyeluruh terhadap sistem proporsional terbuka yang berlaku sekarang. Mereka ingin ada penyempurnaan di aspek teknis penyelenggaraan, termasuk perbaikan tata kelola, demi terwujudnya Pemilu yang benar-benar jujur dan adil.
Di luar politik elektoral, ada beberapa rekomendasi lain yang disepakati. Golkar mendorong dukungan fiskal khusus untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Secara khusus, Bahlil menyoroti peran Presiden Prabowo Subianto di kancah global.
"Secara khusus, Partai Golkar memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin dunia Islam dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza untuk perdamaian di Timur Tengah, khususnya Palestina dan Israel, di mana Palestina sebagai negara independen yang merdeka dan berdaulat," katanya.
Rapimnas kali ini jelas ingin menancapkan posisi. Bukan cuma bicara taktik pilkada atau pemilu, tapi merancang pondasi kerja politik jangka panjang. Hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Megawati Bangga Jadi Juri, NU-Muhammadiyah Raih Penghargaan Perdamaian Global
Ribuan Lubang Menganga, Anggota DPRD Soroti Kerapuhan Jalan Jakarta Pascabanjir
Andre Rosiade Dorong Trase Baru Tol Padang-Pekanbaru Lewat Belakang Gunung Marapi
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia