Warga di sekitar Sungai Rokan digegerkan oleh sebuah temuan yang tak biasa. Seekor lumba-lumba terlihat mengapung, sayangnya sudah tak bernyawa. Peristiwa ini terjadi di kawasan Surau Munai, Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu.
Menurut sejumlah saksi, penemu pertama adalah seorang nelayan bernama Marlis. Ia melihat tubuh mamalia itu pada Senin pagi (15/12) saat sedang beraktivitas di sungai. Marlis yang berusia 45 tahun itu langsung melaporkan temuannya.
Kapolres Rohul, AKBP Emil Eka Putra, membenarkan kejadian ini.
"Berdasarkan laporan, lumba-lumba itu sudah mati saat ditemukan, terbawa arus Sungai Rokan. Sang nelayan langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait," jelas Emil dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).
Setelah mendapat laporan, Marlis dan beberapa warga lain menghubungi aparat Desa Kepenuhan Hulu. Mereka kemudian berusaha membawa bangkai itu ke darat. Ukurannya cukup besar, mencapai 240 centimeter.
Proses evakuasi butuh waktu. Sekitar pukul 10.30 WIB, bangkai itu akhirnya tiba di Dusun III Pebadaran. Pemeriksaan segera dilakukan oleh petugas dari Puskesmas setempat yang didampingi pihak berwenang.
"Hasil pemeriksaan memastikan lumba-lumba tersebut memang sudah dalam keadaan mati," imbuh AKBP Emil.
Karena kondisinya yang sudah tidak memungkinkan, warga pun berembug. Akhirnya, diputuskan untuk menguburkan bangkai mamalia laut itu. Lokasi pemakamannya di Dusun Pebadaran, Desa Kepenuhan Hulu, Kecamatan Kepenuhan Hulu. Sebuah akhir yang sederhana untuk makhluk yang biasanya hidup bebas di lautan lepas.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Anung Terbitkan Aturan Baru, Wajibkan Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah Disertai Sanksi
Persijap Jepara di Ambang Degradasi, Mario Lemos Desak Tim Bangkit Lawan Persita
Menkeu Purbaya Doakan Ekonomi Indonesia Makin Kuat saat Berangkat Haji 2026
Wakil Ketum PSI Dilaporkan Balik Usai Dianiaya Saat Dampingi Audiensi Buruh