Tak cuma perputaran dana, jumlah pemainnya juga merosot. Dari pantauan PPATK, deposit judi online tahun ini tercatat Rp 51 triliun turun 45% dari tahun 2024. Yang menarik, jumlah orang yang masih bermain pun menyusut tajam.
"Jumlah total pemain secara keseluruhan dibanding tahun 2024 sebanyak 9,7 juta orang, tahun 2025 ini menjadi 3,1 juta orang atau turun 68.32 persen," imbuh Ivan.
Penurunan terutama terlihat pada kelompok berpenghasilan rendah. Pemain dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan berkurang dari 6,92 juta orang di 2024, menjadi 2,21 juta orang pada Semester 1 2025.
Lalu, apa penyebabnya? Ivan menilai ini berkat kerja sama antar lembaga, yang sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Di lapangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika gencar memblokir akses ke situs judi. Sementara itu, PPATK sendiri fokus pada pembekuan rekening yang terindikasi terkait judol.
Kolaborasi itu rupanya membuahkan hasil. Meski masih ada 3,1 juta orang yang aktif, tren penurunannya jelas terlihat. Sebuah perkembangan yang patut dicatat.
Artikel Terkait
WNI Ditahan di Norwegia Usai Kecelakaan Berujung Dua Tewas
WNI Ditahan di Norwegia Usai Kecelakaan Salju Tewaskan Dua Lansia
Remaja Sukoharjo Digigit Kobra yang Diduga Numpang Paket Belanja Online
Kedubes AS di Kopenhagen Picu Kemarahan Usai Copot Bendera Peringatan Tentara Denmark