Menurut siaran ABC News, seperti dilansir AFP, Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) sudah membuka berkas Naveed sejak 2019. Laporan itu mengutip seorang pejabat senior kontra-terorisme yang enggan disebut namanya.
“Naveed diyakini punya hubungan dekat dengan seorang anggota ISIS yang ditangkap pada Juli 2019,” ujar pejabat tersebut.
Anggota ISIS yang dimaksud sendiri sudah dihukum karena mempersiapkan serangan teror di Australia.
Dari temuan sementara, para detektif yakin kedua pelaku ini telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS. Meski begitu, motif pastinya masih terus diselidiki. Narasi ini, jika terbukti, menambah dimensi baru pada tragedi yang telah menyayat hati warga Australia.
Artikel Terkait
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Tekankan Keselamatan Perjalanan
Umat Hindu Indonesia Siap Rayakan Nyepi Tahun Saka 1948 pada 19 Maret
Gulkarmat Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Jelang Mudik Lebaran
Lalu Lintas TB Simatupang Lancar Jaya di Hari Pertama Libur Lebaran