Gulkarmat Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Jelang Mudik Lebaran

- Rabu, 18 Maret 2026 | 11:00 WIB
Gulkarmat Jaktim Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Jelang Mudik Lebaran

Jakarta Timur sedang bersiap. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, suasana di ibu kota perlahan mulai lengang. Namun, di balik itu, ada kekhawatiran yang selalu muncul setiap tahun: keamanan rumah yang ditinggalkan penghuninya. Kali ini, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur memilih tak tinggal diam. Mereka gencar menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada warga yang hendak pulang kampung.

Kepala Sudin Gulkarmat Jaktim, Muchtar Zakaria, menegaskan pentingnya langkah ini. "Kami ingin kasus kebakaran saat rumah kosong bisa dicegah," ujarnya di Jakarta, Rabu lalu. Menurutnya, sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari, mengingat banyak warga yang telah berangkat lebih awal untuk merayakan Idul Fitri 1447 H.

Upaya mereka cukup konkret. Sebanyak 1.495 stiker dan lembaran imbauan telah dibagikan. Materi itu dibagi ke seluruh satuan tugas di 65 kelurahan, masing-masing mendapat jatah 23 stiker dan 23 lembaran.

"Personel kami menempelkannya di tempat yang mudah dilihat," jelas Muchtar. Targetnya jelas: sekretariat RT/RW, posyandu, sampai majalah dinding warga. Harapannya, pesannya sampai.

Lalu, apa isi imbauan itu? Poinnya praktis dan sering dianggap sepele. Masyarakat diingatkan untuk mencabut steker listrik yang tak terpakai. Jangan sampai colokan listrik bertumpuk, dan pastikan peralatan elektronik yang digunakan sudah berstandar SNI.

Tak cuma listrik. Soal gas juga diperhatikan. Muchtar menambahkan, regulator tabung gas harus dicabut jika bepergian lama. "Jangan tinggalkan kompor menyala," pesannya. Dia juga mengingatkan bahaya membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok seenaknya. Hal-hal kecil itu, kata dia, bisa memicu malapetaka.

Nah, kalau ada keadaan darurat, masyarakat bisa menghubungi 112 atau datang langsung ke pos pemadam terdekat. Layanan ini gratis. Muchtar juga punya imbauan lain yang bersifat sosial. "Laporkan rencana mudik ke RT/RW atau tetangga terdekat," sarannya. Ini bukan cuma soal keamanan dari api, tapi juga dari hal lain.

Di sisi lain, upaya pengamanan ternyata tak hanya dari Gulkarmat. Sebelumnya, Pemkot Jakarta Timur sudah menginstruksikan jajaran hingga tingkat kelurahan untuk meningkatkan patroli rumah kosong selama masa mudik.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, pada Kamis (12/3) lalu menyatakan akan menekankan koordinasi ini. "Saya akan tekankan lagi ke camat untuk berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil," katanya.

Koordinasi diperkuat hingga ke tingkat paling bawah. Melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur masyarakat lainnya. Tujuannya jelas: mengantisipasi tindak kriminal seperti pencurian di rumah-rumah yang sepi.

Munjirin berharap patroli rutin ini bisa menekan potensi kejahatan. Patroli tak hanya dilakukan di posko, tapi juga menyasar permukiman warga hingga ke tingkat RT dan RW. Semua bersiap, agar suasana tenang di kampung halaman tidak dibayangi kecemasan akan keadaan rumah di kota.

Jadi, sebelum mengunci pintu dan berangkat mudik, ada baiknya kita cek lagi. Listrik sudah dicabut belum? Gas aman? Dan jangan lupa, pamit pada tetangga. Karena mencegah, selalu lebih baik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler