Jakarta Timur sedang bersiap. Menjelang arus mudik Lebaran 2026, suasana di ibu kota perlahan mulai lengang. Namun, di balik itu, ada kekhawatiran yang selalu muncul setiap tahun: keamanan rumah yang ditinggalkan penghuninya. Kali ini, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur memilih tak tinggal diam. Mereka gencar menyosialisasikan pencegahan kebakaran kepada warga yang hendak pulang kampung.
Kepala Sudin Gulkarmat Jaktim, Muchtar Zakaria, menegaskan pentingnya langkah ini. "Kami ingin kasus kebakaran saat rumah kosong bisa dicegah," ujarnya di Jakarta, Rabu lalu. Menurutnya, sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari, mengingat banyak warga yang telah berangkat lebih awal untuk merayakan Idul Fitri 1447 H.
Upaya mereka cukup konkret. Sebanyak 1.495 stiker dan lembaran imbauan telah dibagikan. Materi itu dibagi ke seluruh satuan tugas di 65 kelurahan, masing-masing mendapat jatah 23 stiker dan 23 lembaran.
"Personel kami menempelkannya di tempat yang mudah dilihat," jelas Muchtar. Targetnya jelas: sekretariat RT/RW, posyandu, sampai majalah dinding warga. Harapannya, pesannya sampai.
Lalu, apa isi imbauan itu? Poinnya praktis dan sering dianggap sepele. Masyarakat diingatkan untuk mencabut steker listrik yang tak terpakai. Jangan sampai colokan listrik bertumpuk, dan pastikan peralatan elektronik yang digunakan sudah berstandar SNI.
Tak cuma listrik. Soal gas juga diperhatikan. Muchtar menambahkan, regulator tabung gas harus dicabut jika bepergian lama. "Jangan tinggalkan kompor menyala," pesannya. Dia juga mengingatkan bahaya membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok seenaknya. Hal-hal kecil itu, kata dia, bisa memicu malapetaka.
Artikel Terkait
Alfamidi Antarkan 1.250 Pemudik Gratis, Tambah Rute Penerbangan ke Palembang
Angkot Terbakar di Depok Diduga Akibat Korsleting Listrik, Tak Ada Korban Jiwa
Kemenkes Ingatkan Pentingnya Atur Batasan untuk Jaga Kesehatan Mental Saat Mudik
Kapolri: Kecelakaan Lalu Lintas Turun 40,91% di Awal Operasi Ketupat 2026