Puncak Arus Balik Nataru 2026 Diprediksi Malam Ini di Pulo Gebang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 18:40 WIB
Puncak Arus Balik Nataru 2026 Diprediksi Malam Ini di Pulo Gebang

Malam ini dan besok, Sabtu (3/1) hingga Minggu (4/1), diprediksi bakal jadi puncak arus balik Natal dan Tahun Baru di Terminal Terpadu Pulo Gebang. Begitulah perkiraan yang disampaikan pengelola terminal, melihat gelombang pemudik yang mulai membanjir kembali ke Ibu Kota.

Komandan Regu terminal, Anwar Mansyur, mengonfirmasi hal itu saat ditemui di lokasi, Sabtu siang.

"Prediksi kami, malam ini dan malam besok itulah puncaknya," ujar Anwar.

Meski arus penumpang diprediksi akan membludak, pihak terminal mengklaim sudah siap siaga. Mereka tak mau ada masalah keamanan atau kenyamanan yang terganggu. Untuk mengantisipasi, jumlah petugas yang berjaga sengaja ditambah tak hanya dari internal, tapi juga dari pihak eksternal.

"Personil kami cukup banyak, ditambah lagi dari luar. Jadi tercukupi untuk mengantisipasi keamanan dan kenyamanan penumpang," jelasnya lagi.

Hingga pukul 14.00 WIB hari ini, data yang tercatat sudah lumayan padat. Sekitar 338 unit bus telah masuk, membawa sedikitnya 1.850 penumpang. Angka itu, kata Anwar, masih akan terus bertambah seiring bergulirnya waktu. Apalagi libur panjang Nataru 2026 tinggal menghitung hari.

Di sisi lain, tampak beberapa penumpang punya strategi sendiri. Mereka memilih pulang lebih awal, menghindari kerumunan di hari-hari puncak. Seperti Tukul, warga Pulo Gadung yang baru saja tiba dari Tegal.

Alasannya sederhana: ingin istirahat lebih cepat di rumah.

"Biar bisa istirahat dulu yang cukup. Soalnya Senin kan sudah harus masuk kerja lagi," tuturnya singkat.

Suasana terminal sendiri terlihat ramai namun masih tertib. Petugas lalu lalang mengarahkan bus dan penumpang yang turun. Nuansa lelah tapi senang terpancar dari wajah-wajah mereka yang baru tiba siap menyambut rutinitas usai liburan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar