tulisnya, menyebut wilayah pinggiran barat daya Sydney. Postingan yang sudah di-repost lebih dari 750 kali itu juga mempertanyakan, "Mengapa polisi tidak menangkap mereka?"
Suasana serupa terlihat di platform lain. Di Facebook, sejumlah akun dengan yakinnya mengklaim video tersebut sebagai bukti "para Islamis menyalakan kembang api di Sydney untuk merayakan serangan teroris terhadap perayaan Hanukkah." Narasi-narasi seperti inilah yang kemudian berpotensi memecah belah di saat yang sudah cukup mencekam.
Pada akhirnya, klarifikasi resmi berusaha meluruskan fakta. Tapi, kerusakan akibat salah tafsir itu mungkin sudah terlanjur menyebar. Ini menunjukkan betapa situasi tegang pasca-tragedi mudah diselimuti oleh informasi yang tidak akurat, yang bisa memanaskan situasi dan menambah luka.
Artikel Terkait
Kapolri Pastikan Penyidikan Kasus Penyiran Andrie Yunus Berlanjut Usai Perintah Presiden
Aipda Yanrus Pake, Polisi yang Dirikan Panti Asuhan dan Sekolah Gratis di Sumba, Diusulkan Raih Hoegeng Awards
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Tekankan Keselamatan Perjalanan
Umat Hindu Indonesia Siap Rayakan Nyepi Tahun Saka 1948 pada 19 Maret