Di sisi lain, peran diplomasi Indonesia juga dinilai penting. Dave mengingatkan, Indonesia punya rekam jejak dalam menyelesaikan konflik lewat jalan dialog. Karena itu, ia mendorong pemerintah tak hanya fokus pada evakuasi, tapi juga ikut turun tangan mendamaikan.
Memang, upaya perdamaian untuk konflik ini seperti tak pernah tuntas. Amerika Serikat, China, dan Malaysia selaku ketua ASEAN pernah memediasi gencatan senjata di bulan Juli lalu. Bahkan di bulan Oktober, Presiden AS Donald Trump sempat menyebut ada kesepakatan lanjutan dan perdagangan baru antara kedua negara.
Tapi semua itu tampaknya rapuh. Thailand kemudian menangguhkan perjanjian itu setelah tentaranya cedera akibat ranjau darat di bulan November. Kini, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul secara tegas membantah klaim Trump bahwa gencatan senjata telah disepakati. Korban jiwa, baik dari militer maupun sipil, terus berjatuhan. Setidaknya 24 orang dilaporkan tewas hanya dalam pekan ini.
Suasana mencekam masih menyelimuti wilayah itu. Dan dari Jakarta, desakan untuk menyelamatkan warga negara sendiri sekaligus mengupayakan perdamaian, terus bergulir.
Artikel Terkait
Diduga Serangan Jantung, Pria Tewas di Dalam Mobil yang Terparki Seharian di Bahu Tol Cikampek
Pencarian Remaja di Ciliwung Terhenti, Arus Deras Jadi Kendala
Polisi Gelar Ngopi Kamtibmas untuk Redam Tawuran di Bukit Duri
Gus Yahya Buka Suara: Konflik Internal PBNU dan Polemik Izin Tambang yang Mandek