Antrean Harap dan Cemas di RS Polri
Sementara proses forensik berjalan, gelombang duka sudah sampai ke RS Polri. Beberapa keluarga korban mulai berdatangan, wajah-wajah mereka memancarkan kecemasan yang dalam. Ada seorang perempuan, misalnya, yang mencari kabar suaminya yang hilang kontak.
Petugas ambulans segera mengarahkannya. "Silakan menuju ke posko postmortem, Bu," begitu kira-kira arahan mereka. Rumah sakit memang secara khusus meminta keluarga datang ke sana.
Karumkit RS Polri, Brigjen Prima Heru, menyampaikan imbauan penting. "Permohonan kami, keluarga yang kehilangan bisa membawa foto korban. Terutama yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Gambar sidik jari juga sangat membantu."
Pihaknya tak main-main. Sebanyak 11 tim disiagakan untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah. Namun begitu, Heru mengingatkan bahwa waktu penyelesaiannya tidak bisa dipatok sama. "Tergantung tingkat luka bakarnya," katanya. Semakin parah, tentu proses mengenali wajah atau sidik jari akan lebih sulit dan butuh ketelitian ekstra.
Artikel Terkait
Dari Kritik Pedas ke Pujian: Trump Berbalik Arah Puji Keberanian Tentara Inggris
Jakarta Perang Lawan Banjir: Dari Modifikasi Cuaca hingga Pengerukan Sungai
Trump Ancam Hajar Kanada dengan Tarif 100% Jika Dekat ke China
Tentara Israel Diduga Rekayasa Penculikan untuk Tebus Tahanan Palestina