Lalu, bagaimana dengan warga yang rumahnya rusak tapi memilih bertahan? Menurut Suharyanto, mereka tak akan ditinggalkan.
Usulan anggaran Rp 60 juta per rumah itu pun sempat dipersoalkan oleh Prabowo. Dia mempertanyakan kecukupan dana tersebut untuk membangun sebuah hunian yang layak.
Jawaban Suharyanto terdengar diplomatis, namun blak-blakan.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak merelokasi warga tampaknya menjadi pertimbangan utama. Bantuan tunai itu diharapkan bisa segera direalisasikan, agar proses pemulihan kehidupan warga terdampak bisa berjalan lebih cepat. Mereka tak perlu menunggu lama untuk punya atap di atas kepala lagi.
Artikel Terkait
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia
Polisi Ungkap Rute Pelarian dan Ganti Baju Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Jakarta Method: Sejarah Gelap Ibu Kota sebagai Sandi Perang Dingin
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik