Lalu, bagaimana dengan warga yang rumahnya rusak tapi memilih bertahan? Menurut Suharyanto, mereka tak akan ditinggalkan.
Usulan anggaran Rp 60 juta per rumah itu pun sempat dipersoalkan oleh Prabowo. Dia mempertanyakan kecukupan dana tersebut untuk membangun sebuah hunian yang layak.
Jawaban Suharyanto terdengar diplomatis, namun blak-blakan.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak merelokasi warga tampaknya menjadi pertimbangan utama. Bantuan tunai itu diharapkan bisa segera direalisasikan, agar proses pemulihan kehidupan warga terdampak bisa berjalan lebih cepat. Mereka tak perlu menunggu lama untuk punya atap di atas kepala lagi.
Artikel Terkait
Trump Berharap Tak Perlu Gunakan Kekuatan Militer, Iran Malah Siapkan Serangan Instan
Misteri Pelat Dinas Kemhan di Porsche Cayenne: Warisan dari Ayah Bukan Pegawai
Terdakwa Mati Kabur Usai Sidang, Terekam Dibonceng Motor di Lubuk Pakam
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian