Malam Minggu di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, suasana terasa tegang. Presiden Prabowo Subianto baru saja menerima laporan lengkap tentang dampak bencana yang melanda tiga provinsi. Longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tak hanya merenggut nyawa, tapi juga menghancurkan tempat tinggal ribuan keluarga.
Prabowo akhirnya memutuskan untuk menyetujui bantuan. Pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 60 juta untuk setiap rumah yang rusak atau hancur. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan bahwa warga setempat tidak akan direlokasi mereka akan dibantu membangun kembali di tempat asalnya.
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, yang hadir dalam rapat koordinasi itu, menyampaikan data sementara yang cukup mencengangkan.
Angka itu mencakup kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Termasuk di dalamnya rumah-rumah yang hilang tersapu arus banjir. Namun begitu, Suharyanto menekankan bahwa pendataan belum final. Tim gabungan BNPB dan Kementerian PU masih terus bekerja memverifikasi di lapangan.
Soal penanganan, ada beberapa usulan yang mengemuka. Untuk hunian sementara atau huntara, pembangunannya bisa diserahkan pada satgas TNI dan Polri yang sudah berada di lokasi. Sementara itu, pembangunan hunian tetap rencananya akan dikelola oleh Kementerian Perumahan.
Artikel Terkait
Ericsson Luncurkan Perangkat Radio dan Software RAN Berbasis AI untuk Dongkrak Jaringan 5G Indonesia
Polisi Ungkap Rute Pelarian dan Ganti Baju Pelaku Penyiraman Andrie Yunus
Jakarta Method: Sejarah Gelap Ibu Kota sebagai Sandi Perang Dingin
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik