begitu bunyi pernyataan militer Thailand di hari yang sama.
Namun begitu, cerita dari Phnom Penh sama sekali berbeda. Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut serangan fajar Thailand itu datang setelah rangkaian provokasi. Yang menarik, mereka mengklaim pasukan Kamboja menahan diri untuk tidak membalas serangan udara tersebut.
Di sisi lain, militer Thailand punya tuduhan lain. Mereka melaporkan bahwa pasukan Kamboja sebelumnya telah menembakkan roket BM-21 ke arah permukiman sipil di Thailand. Kabar baiknya, serangan roket itu menurut Bangkok tidak menimbulkan korban jiwa di kalangan warga. Situasinya rumit, saling klaim, dan yang paling menderita mungkin justru warga biasa yang tinggal di sekitar perbatasan yang tak pernah benar-benar damai itu.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka