"Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini izinkan kami memberikan saran perlu dibuatkan koalisi permanen," kata Bahlil.
Ia tampaknya tak ingin ada lagi dinamika partai yang keluar-masuk dari koalisi pendukung pemerintah. Soliditas, baginya, adalah kunci.
"Jangan koalisi in-out, jangan koalisi di sana senang di sini senang di mana-mana hatiku senang," tuturnya dengan gaya bicara yang khas.
Lalu ia melanjutkan, "Sudah harus kita mempunyai prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar, kalau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau senang, senang bareng-bareng, dan ini dibutuhkan gentleman, dibutuhkan gentleman yang kuat."
Nah, di tengah wacana itu, ajakan Ganjar untuk berkoalisi tangani bencana seperti menyodorkan perspektif yang berbeda. Seolah mengingatkan bahwa di luar gedung Istora, ada pekerjaan lain yang lebih mendesak menunggu.
Artikel Terkait
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total
Dua Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Orleans Masters