Suasana di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu siang itu, tampak berbeda. KH Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, hadir memenuhi undangan silaturahmi. Acara yang digelar untuk Mustasyar dan Ketua Umum PBNU ini memang menarik perhatian.
Menariknya, Gus Yahya sendiri mengaku tidak tahu pasti apa tujuan pemanggilannya. "Saya tidak tahu mau diapakan saya ini," ujarnya dengan senyum khasnya kepada para wartawan yang menunggu.
Namun begitu, sikapnya jelas: siap. Siap memenuhi permintaan dan menjawab segala pertanyaan yang akan dilontarkan para sesepuh.
"Apapun yang nanti diminta, saya siap. Apapun yang ditanyakan, saya siap jawab," tegasnya.
Pernyataan itu disampaikan usai ia berziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari. Ritual penghormatan itu seolah membuka rangkaian kunjungannya hari itu.
Undangan untuk pertemuan ini sendiri ditandatangani langsung oleh Pengasuh PP Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin. Pertemuannya berlangsung tertutup, jauh dari keramaian dan sorotan kamera.
Meski tertutup, pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang khidmat. Tampak sejumlah wajah-wajah sepuh Nahdlatul Ulama hadir memenuhi undangan. Mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Sirodj ada di sana. Juga Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Anwar Mansyur, dan Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli. Kehadiran mereka memberi kesan betapa pentingnya agenda ini.
Gus Yahya sendiri tiba di kompleks pesantren yang terletak di Desa Cukir itu sekitar pukul setengah dua belas siang. Langkahnya tak berlama-lama di pelataran. Begitu turun dari kendaraan, ia langsung menuju area pemakaman para masyayikh di belakang pesantren. Sebuah permulaan yang penuh makna sebelum duduk bersama dalam keheningan ruang silaturahmi.
Artikel Terkait
Daerah Sumut dan Sumbar Kumpulkan Rp 287 Miliar untuk Pemulihan Aceh Pasca-Bencana
Ketua DPRD Magetan Ditahan Kejaksaan atas Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp335,8 Miliar
Kemendagri Siapkan Rp1 Triliun Insentif bagi 500 Pemda Berprestasi
Pemprov DKI Tangkap 10,1 Ton Ikan Sapu-Sapu di Perairan Jakarta