Keadaan di sejumlah wilayah Aceh benar-benar memprihatinkan. Gubernur Muzakir Manaf tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Bukan cuma soal banjir yang melanda, tapi ancaman lain yang lebih mengerikan justru mengintai: kelaparan. Menurutnya, banyak warga di daerah terpencil yang terancam meninggal bukan karena terjangan air, melainkan karena tak ada makanan yang sampai ke mereka.
Masalah utamanya adalah akses. Beberapa kecamatan masih terisolasi total. Jembatan putus, jalan hancur, membuat bantuan logistik mandek di tengah jalan.
"Kondisi pengungsi sangat membimbangkan," kata Mualem, Sabtu lalu.
"Mereka mati bukan karena banjir tapi mati karena kelaparan, itu saja."
Dia menyoroti daerah-daerah yang paling parah terdampak. Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen adalah wilayah yang paling menderita. Saat ini, yang paling dibutuhkan adalah sembako dan air bersih. Titik beratnya ada di pedalaman yang sama sekali belum terjamah bantuan.
Sebagai Ketua Umum Partai Aceh, Mualem paham betul medan yang sulit. Penyaluran bantuan ke pedalaman nyaris mustahil lewat darat. Solusi satu-satunya saat ini cuma mengandalkan perahu karet untuk mengangkut logistik yang sangat vital itu.
Dia pun mendorong semua pihak, termasuk para kepala desa, untuk lebih proaktif. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Di sisi lain, kerusakan fasilitas umum juga sangat masif, memperparah keadaan.
Berdasarkan kunjungannya ke wilayah timur dan tengah Aceh, Mualem mendapat gambaran yang suram. Bencana banjir dan longsor pekan lalu itu meninggalkan kesan yang dalam baginya. Mirip sekali dengan kenangan pilu dua dekade silam.
"Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua," ujarnya, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak yang dirasakan masyarakat.
Artikel Terkait
PKB Kecam Pemerkosaan oleh Pimpinan Ponpes di Pati, Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Panglima TNI Mutasi Mayjen Bagus Suryadi Tayo ke Jabatan Dirjen Strategi Pertahanan Kemhan
Pria Bersajam Ancam Pangeran Andrew saat Berjalan-jalan di Dekat Kediaman Sandringham
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tewaskan 16 Orang, Presiden Janjikan Pembenahan Sistem Perkeretaapian