Gubernur Aceh: Warga Terancam Mati Kelaparan, Bantuan Mandek di Tengah Jalan

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 10:25 WIB
Gubernur Aceh: Warga Terancam Mati Kelaparan, Bantuan Mandek di Tengah Jalan

Keadaan di sejumlah wilayah Aceh benar-benar memprihatinkan. Gubernur Muzakir Manaf tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Bukan cuma soal banjir yang melanda, tapi ancaman lain yang lebih mengerikan justru mengintai: kelaparan. Menurutnya, banyak warga di daerah terpencil yang terancam meninggal bukan karena terjangan air, melainkan karena tak ada makanan yang sampai ke mereka.

Masalah utamanya adalah akses. Beberapa kecamatan masih terisolasi total. Jembatan putus, jalan hancur, membuat bantuan logistik mandek di tengah jalan.

"Kondisi pengungsi sangat membimbangkan," kata Mualem, Sabtu lalu.

"Mereka mati bukan karena banjir tapi mati karena kelaparan, itu saja."

Dia menyoroti daerah-daerah yang paling parah terdampak. Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen adalah wilayah yang paling menderita. Saat ini, yang paling dibutuhkan adalah sembako dan air bersih. Titik beratnya ada di pedalaman yang sama sekali belum terjamah bantuan.

Sebagai Ketua Umum Partai Aceh, Mualem paham betul medan yang sulit. Penyaluran bantuan ke pedalaman nyaris mustahil lewat darat. Solusi satu-satunya saat ini cuma mengandalkan perahu karet untuk mengangkut logistik yang sangat vital itu.

Dia pun mendorong semua pihak, termasuk para kepala desa, untuk lebih proaktif. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Di sisi lain, kerusakan fasilitas umum juga sangat masif, memperparah keadaan.

Berdasarkan kunjungannya ke wilayah timur dan tengah Aceh, Mualem mendapat gambaran yang suram. Bencana banjir dan longsor pekan lalu itu meninggalkan kesan yang dalam baginya. Mirip sekali dengan kenangan pilu dua dekade silam.

"Saya pribadi melihat banjir dan longsor ini adalah tsunami kedua," ujarnya, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak yang dirasakan masyarakat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar