Keadaan di sejumlah wilayah Aceh benar-benar memprihatinkan. Gubernur Muzakir Manaf tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Bukan cuma soal banjir yang melanda, tapi ancaman lain yang lebih mengerikan justru mengintai: kelaparan. Menurutnya, banyak warga di daerah terpencil yang terancam meninggal bukan karena terjangan air, melainkan karena tak ada makanan yang sampai ke mereka.
Masalah utamanya adalah akses. Beberapa kecamatan masih terisolasi total. Jembatan putus, jalan hancur, membuat bantuan logistik mandek di tengah jalan.
"Kondisi pengungsi sangat membimbangkan," kata Mualem, Sabtu lalu.
"Mereka mati bukan karena banjir tapi mati karena kelaparan, itu saja."
Dia menyoroti daerah-daerah yang paling parah terdampak. Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian Bireuen adalah wilayah yang paling menderita. Saat ini, yang paling dibutuhkan adalah sembako dan air bersih. Titik beratnya ada di pedalaman yang sama sekali belum terjamah bantuan.
Artikel Terkait
Ancol Jadi Alternatif Warga Jabodetabek Hindari Macet Puncak Saat Lebaran
KPK Benarkan Yaqut Cholil Qoumas Beralih Status Jadi Tahanan Rumah
Polri Siapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa untuk Puncak Arus Balik 24 Maret
Warga Indonesia di Prancis Rayakan Idulfitri dengan Khidmat di KBRI Paris