"Golkar menyarankan, mengusulkan, harus ada koalisi permanen," jelasnya.
Ia mengakui detailnya masih perlu dibahas. "Ya saya nggak tahu berapa partai yang bisa diajak koalisi permanen, yang penting wacana dan konsep ini harus dibuka."
Keuntungannya, menurut Bahlil, cukup jelas. Dengan format yang sudah tetap, tidak perlu lagi energi dan waktu dihabiskan untuk merundingkan bentuk koalisi baru setiap kali pemilihan tiba.
"Jadi kalau katakanlah ada empat atau lima atau berapa partai, sudah bersama-sama itu saja koalisinya," tambahnya.
Pernyataan Bahlil ini, meski bukan janji resmi, jelas memberi sinyal kuat. Untuk Golkar, sosok Prabowo Subianto sudah dianggap sebagai "yang terbaik" dan berasal dari rumah yang sama. Pertanyaan 2029 sepertinya sudah dapat jawaban yang cukup gamblang.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: 143 Juta Orang Diprediksi Mudik, Sepuluh Ruas Tol Dibuka Gratis
KPK Tangkap Bupati Cilacap Terkait Dugaan Pemerasan Dana THR
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan DPR Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Harga Emas Antam di Pegadaian Stagnan, 1 Gram Bertahan di Rp 3,1 Juta