"Golkar menyarankan, mengusulkan, harus ada koalisi permanen," jelasnya.
Ia mengakui detailnya masih perlu dibahas. "Ya saya nggak tahu berapa partai yang bisa diajak koalisi permanen, yang penting wacana dan konsep ini harus dibuka."
Keuntungannya, menurut Bahlil, cukup jelas. Dengan format yang sudah tetap, tidak perlu lagi energi dan waktu dihabiskan untuk merundingkan bentuk koalisi baru setiap kali pemilihan tiba.
"Jadi kalau katakanlah ada empat atau lima atau berapa partai, sudah bersama-sama itu saja koalisinya," tambahnya.
Pernyataan Bahlil ini, meski bukan janji resmi, jelas memberi sinyal kuat. Untuk Golkar, sosok Prabowo Subianto sudah dianggap sebagai "yang terbaik" dan berasal dari rumah yang sama. Pertanyaan 2029 sepertinya sudah dapat jawaban yang cukup gamblang.
Artikel Terkait
Tragedi Malam di Jonggol: Dua Pelajar Tewas Usai Tawuran yang Dipicu Obrolan WhatsApp
MK Tegaskan Jalan Buka bagi Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil
Sindikat Love Scam dari Tangerang Incar Warga Korea dengan Rekaman Intim
Kampus dan Kementerian HAM Kolaborasi, Tanam Nilai HAM Berbasis Budaya Papua