Modusnya cukup menyentuh, dan mungkin itu yang bikin banyak orang terkecoh. Mereka mengaku mengumpulkan donasi untuk membantu warga yang sakit keras dan butuh biaya pengobatan. Sayangnya, setelah diperiksa, uang itu sama sekali tidak sampai ke tangan keluarga pasien.
"Tidak ada bukti penyaluran. Hasil asesmen kami menunjukkan hal itu. Makanya kami beri peringatan keras," ucap Zuhur.
Bukan Aksi Dadakan
Yang lebih mengkhawatirkan, aksi komplotan ini ternyata bukan hal baru. Mereka sudah beroperasi cukup lama, mengais rezeki dari rasa iba orang lain.
"Katanya sudah jalan sekitar 3 tahun," tutur Zuhur mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan itu.
Bayangkan, dalam kurun waktu selama itu, berapa banyak uang yang berhasil mereka kumpulkan secara tidak benar. Aksi mereka akhirnya terbongkar, memberi pelajaran untuk kita semua agar lebih hati-hati dan teliti sebelum menyumbang.
Artikel Terkait
Kapolri Pastikan Penyidikan Kasus Penyiran Andrie Yunus Berlanjut Usai Perintah Presiden
Kreator Konten Malaysia Aisar Khaled Berpotensi Rayakan Lebaran di Indonesia
Aipda Yanrus Pake, Polisi yang Dirikan Panti Asuhan dan Sekolah Gratis di Sumba, Diusulkan Raih Hoegeng Awards
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Tekankan Keselamatan Perjalanan